MARABAHAN - Tahap satu seleksi PPPK guru di Kabupaten Barito Kuala (Batola) sudah selesai. Ratusan peserta dinyatakan lulus. Tepatnya sebanyak 336. Tetapi, jumlah yang tidak lulus lebih banyak lagi. Jadi hanya sekitar 35 persen dari 1.222 kouta yang disediakan. "Yang lulus 336 dari jumlah pendaftar 948 orang," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batola Sumarji beberapa waktu lalu.

Sumarji mengatakan, jumlah guru PPPK yang lulus tahap pertama ini sudah lumayan. Bagi yang tidak lulus, jangan berkecil hati. Masih ada tahap dua.

Ia juga menyarankan, agar guru-guru membuat grup atau komunitas agar tidak tertumpuk di satu sekolah yang sama.  Hal ini diperlukan agar peluang lulus di tahap dua menjadi besar.

"Di tahap pertama saja, masih ada saja formasi di beberapa sekolah yang kosong dan di formasi sekolah lainnya yang bertumpuk-tumpuk," ujarnya, sembari mengatakan, guru bisa berbagi informasi atau tempat mana yang sudah didaftar atau belum melalui grup atau komunitas.

"Saat ada grup bisa didata, daftar di mana saja, yang sudah terisi dan masih kosong. Sehingga peluang lulus lebih tinggi," tambahnya.

Untuk tahap dua, guru induk bisa di geser oleh guru luar apabila nilainya lebih tinggi.

Sementara itu, Herla guru SMPN 3 Rantau Badauh mengaku terus menyiapkan berbagai hal untuk mengikuti tes seleksi PPPK guru tahap dua. Seperti mengingat soal tahap satu dan mempelajarinya kembali. Serta lebih fokus ke bidang tes teknis. "Tahap satu tidak lulus di bidang teknis," ujar guru mata pelajaran Agama Islam itu.

Selain itu, Dia mengungkapkan, sejak tahap satu, pihaknya sudah membuat grup WhatsApp. Hanya saja tidak berfungsi. Saat diminta untuk mengisi sekolah mana tempat mendaftar, banyak yang tidak mengisinya. Sehingga banyak yang mendaftar di beberapa sekolah yang sama. Padahal, masih ada yang kosong. "Di grup kami sudah dikumpulkan semua guru pengajar Agama Islam, hanya saja sedikit kurang kompak," ujarnya.

Di seleksi kedua nanti, dirinya berharap semua bisa lebih terbuka. Agar peluang lulus lebih tinggi karena tidak terjadi tumpang tindih. "Padahal, apabila di data dengan benar, akan ketahuan sekolah mana yang sudah terisi dan kosong," ujarnya. (bar)