BANJARMASIN – Kiriman rutin dari hulu berupa batang pohon, bambu, eceng gondok hingga sampah plastik kembali memenuhi Sungai Martapura.

Tak ayal, serbuan sampah yang biasa disebut pampangan kembali membuat kolong Jembatan 9 November dan Jembatan Antasari tersumbat.

Bila terlambat dibereskan, tak menutup kemungkinan bakal melumpuhkan arus lalu lintas transportasi air di sana.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (20/10), pampangan paling parah muncul di kawasan Pasar Lama, Banjarmasin Tengah.

Di situ, pampangan hampir menutup seluruh permukaan kolong jembatan. Sedangkan di Jembatan Antasari, pampangan hanya menutup sebagian.

Salah seorang warga yang bermukim di Pasar Lama, Sampurna mengatakan, pampangan muncul sekitar jam 4 subuh. “Sudah langganan. Tiap tahun selalu begini,” ujarnya.

Bukan hanya kelotok, jukung atau speed boat yang kesulitan melintas. Warga yang masih memakai air sungai untuk mandi dan mencuci pun kesulitan.

“Kalau airnya dipakai mandi, bisa bikin badan jadi gatal-gatal,” ungkapnya.

Senada dengan pengendara yang melintas di Pasar Lama, Ancah. Ia tampak kaget melihat pampangan itu. Mengingat kemunculannya menjelang kunjungan  Presiden Joko Widodo ke Banjarmasin.

“Seharusnya dinas terkait bisa cepat menangani. Agar sungai tampak bersih,” ujarnya.

Ia berharap pemko lekas bertindak. Karena pemandangan itu jelas memalukan jika sampai terlihat RI 1.

Sampai berita ini diturunkan, upaya konfirmasi ke Kepala Bidang Sungai di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Hizbul Wathony belum mendapat respons. (war/at/fud)