BANJARMASIN – Malang. Suriansyah, 80 tahun, ditemukan tak bernyawa. Diduga ia tercebur di kolam tambak ikan di samping rumahnya.

Ditemukan Kamis (21/10) sore, membuat warga Jalan Gatot Subroto Gang Kayu Manis, Banjarmasin Timur gempar. Yang pertama menemukannya adalah Wawan (36) sekitar pukul 17.00 Wita. Dia buru-buru mengabari keluarga kakek itu.

Para tetangga biasa menyapa Suriansyah dengan sebutan “Papi”. Sejak pagi hari, Wawan sudah khawatir dengan kondisi Papi. “Sekitar jam 9, saya lewat di depan rumahnya. Pintunya terbuka, televisi dan kipas angina masih menyala. Tapi orangnya tidak ada,” kisahnya.

Karena sudah mendekati jam masuk kantor, Wawan pun buru-buru beranjak pergi. Sesampai di tempat kerja, ia masih kepikiran. Wawan coba menghubungi telepon Papi, tapi panggilan tak kunjung diangkat.

“Saya pun berniat, sore sepulang kerja akan mengunjunginya lagi. Saat saya menengok ke samping rumahnya, ada tubuh telungkup,” lanjutnya.

Dia menduga Papi baru saja tercebur. “Soalnya, pagi-pagi sekali, ada warga yang melihatnya sedang membersihkan rumput. Mungkin ia mau mencuci tangan dan tercebur. Kondisi Papi memang sedang sakit-sakitan,” tambahnya.

Putri Papi, Risna bergegas menuju rumah ayahnya. “Ayah punya riwayat penyakit hipertensi,” kata perempuan 43 tahun itu. “Ayah memang memutuskan tinggal sendirian setelah ibu kami meninggal,” imbuhnya.

Pantauan Radar Banjarmasin di lokasi, tampak anggota Polsek Banjarmasin Timur dan Inafis Satreskrim Polresta Banjarmasin. Jenazah kemudian dievakuasi ke kamar pemulasaran jenazah RSUD Ulin untuk diperiksa. (lan/at/fud)