AMUNTAI - Gaya ngomong amburadul, kedok Ubbay Dillah Ayyubi, pria kelahiran Bondowoso Jawa Timur, yang mengaku sebagai habib (zuriat rasulullah) ini, akhirnya terbongkar.

Ubay melancarkan aksinya di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ubay mendiami salah satu rumah di Desa Rantau Karau Hulu tepatnya di RT 04, kerap diundang acara keagamaan, oleh warga sebelum modusnya terbongkar.

Ubay pada jamaah mengaku bernama Habib Muhammad Zainuddin Assegaf. Minggu (24/10) sore kemarin, yang bersangkutan telah menjalin proses tabayyun dan klarifikasi.

Pria kelahiran 10 Maret 1988 itu, berjanji tidak akan mengulanginya perbuatannya.

"Jika kemudian hari saya mengaku kembali, saya siap diajukan ke jalur hukum untuk diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Pernyataannya maaf dan sikap Ubay, disaksikan Ketua MUI KH Said Masrawan, MUI Alabio, KH Fakhruddin Salman, pihak Rabithul Alawiyah Sadiq Muhammad, Camat Surya Supi, Kapolsek Alabio AKP Agus Sumitro, dan pihak koramil.

Ketua MUI HSU KH Said Masrawan, yang memimpin acara tabayyun (klarifikasi) tersebut, mengatakan saat dilakukan tes bacaan Al-quran dan ilmu agama bersama tokoh agama dan habib zuriat rasulullah yang hadir, yang bersangkutan bingung dan tidak bisa menjawab.

"Ayat-ayat Al-quran dan hadits nabi tidak bisa dijawab oleh Ubay, akhirnya yang bersangkutan mengaku tidak bisa membaca Al-quran. Bahkan ceramah yang disampaikan bertentangan dengan Al-quran dan hadist," ungkap KH Said lewat sambungan WhatsApp Senin (25/10) pagi.

Sementara itu, dalam rekaman video yang beredar di grup WhatsApp, tampak Habib Zakaria Bahasyim, menyampaikan Ubay habib palsu. "Habib palsu," ujar Habid Mustofa Bufthahim menunjuk Ubay yang terlihat malu. (mar)