BANJARMASIN – Seorang pesepeda motor, sebut saja Joni, dicegat polantas di Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin Tengah pada Jumat (22/10) sore.

Ini semestinya menjadi penilangan biasa. Pemuda itu kedapatan asyik memainkan smartphone-nya saat mengendarai motor matic-nya.

Di pertigaan Jalan Ahmad Yani kilometer 2 itu, kebetulan Aipda Rudi dan Bripka M Saufi sedang berpatroli.

Joni dibuntuti dari belakang. Hingga motornya disetop polisi. Saat itulah Joni panik, merogoh sakunya dan buru-buru membuang sesuatu ke tepi jalan.

Tapi tindakan itu terlihat mata polisi. Joni bahkan sempat meninggalkan motornya. Berlari ke arah Pekapuran Raya, kabur menuju Gang Hasanuddin.

Bripka M Saufi memilih mengamankan barang yang dibuang tersebut. Otomatis, ia tertinggal di belakang. Untungnya, melihat adegan kejar-kejaran itu, warga sekitar turun membantu.

Seorang pesepeda motor membonceng polisi, membantu mengejar Joni. Setelah dipepet, Joni berhasil dilumpuhkan.

Dari informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, Joni adalah warga Pekapuran Laut, Banjarmasin Tengah. Saat ini ia masih diperiksa di Polsek Banteng.

Barang yang dibuang itu merupakan narkotika jenis sabu. Jumlahnya satu paket ukuran hemat. Tapi belum dipastikan, apakah Joni seorang pemakai, kurir atau bahkan pengedar.

Ketika dikonfirmasi, Kasat Resnarkoba Polresta Banjarmasin, Kompol Mars Suryo Kartiko menegaskan, pria itu masih diperiksa. “Kasusnya masih kami dalami,” jawabnya kemarin (25/10). (lan/at/fud)