Usia masih 27 tahun, prestasi mendunia. Mufradatul sosok perempuan kelahiran Kota Amuntai, bisa jadi inspirasi pemuda saat ini.

- Oleh: MUHAMMAD AKBAR, Amuntai

Tidak cepat puas atas prestasi yang ditorehkan, membawa Mufradatul menjadi dirinya saat ini. Ria-- sapaan akrabnya, menerima penghargaan Pemuda Berprestasi Tingkat Internasional dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Jakarta Kamis (28/10), tadi.

Penghargaan Pemuda Berprestasi Tingkat Internasional diserahkan langsung Menteri Menpora RI Zainudin Amali, pada saat Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, baru-baru tadi.

Perempuan kelahiran Amuntai 13 Juni 1997 ini, menyatakan bangga dan senang."Prestasi saya tidak lepas dari berkat Allah SWT, dukungan keluarga dekat, kerabat, teman-teman dan pemerintah daerah dan provinsi, sehingga bisa menorehkan penghargaan ini," sampai Ria pada rekan media.

Mahasiswa Program Magister Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, ini aktif terlibat dalam konferensi ataupun forum internasional di banyak negara. Dia menyuarakan kesetaraan gender dan keadilan untuk perempuan. Dia juga pernah menjuarai beberapa lomba penulisan esai dan jurnal internasional.

"Alhamdulillah, sempat beberapa kali mengikuti konferensi dan forum internasional seperti di Turki, Amerika Serikat, Myanmar, Hongkong dan beberapa belahan negara," jawabnya.


Founder dari Siti Sarah Women Center Kalimantan Selatan ini juga memanfaatkan organisasinya sebagai tempat atau wadah advokasi korban pelecehan seksual serta kekerasan rumah tangga, sebab dirinya terpanggil masih banyak melihat masih wanita yang menjadi korban kekerasan, khususnya dalam lingkungan sosial.

Dia berharap akan lebih banyak lagi dukungan untuk bisa mengembangkan program-program kemasyarakatan yang digagasnya, agar tercapainya kesetaraan gender khususnya di HSU.

"Advokasi kesetaraan gender ini diharapkan lebih banyak lagi representatif perempuan di ranah sosial, politik, budaya, pendidikan dan ekonomi. Yang tentu sangat berpengaruh pada indeks pembangunan di Kabupaten HSU khususnya," ujarya.

Dia memmberikan saran kepada pemuda HSU agar terus mengembangkan diri lagi, agar dapat membawa harum nama daerah. "Dan juga terus berkontribusi untuk pengembangan pemuda atau masyarakat di daerah ini. Sebab negara ini akan menghadapi kondisi bonus demografi dan revolusi industri 5.0 yang mana ini perlu peran para pemuda," ujarnya.(mar/ran/ema)