BANJARBARU - Hampir dua tahun sudah Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru ditutup untuk masyarakat umum. Ini dikarenakan mewabahnya virus corona sejak awal tahun lalu. Melihat kasus Covid-19 di Kalsel mulai melandai, tempat penyimpanan dan pameran benda bersejarah ini bersiap buka kembali.

Plt Kepala Museum Lambung Mangkurat Abdul Rahim mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel untuk membuka kembali museum. "Insya Allah dalam waktu dekat museum kembali dibuka untuk umum,” katanya.

Dia mengungkapkan, mereka sudah mempersiapkan semua hal untuk menyambut pengunjung di Museum Lambung Mangkurat. “Protokol kesehatan yang paling utama, kemudian kapasitas pengunjung tentu akan kami batasi untuk menghindari kerumunan,” ungkapnya.

Meski belum dibuka untuk umum, Rahim memastikan semua benda koleksi di museum di Jalan A Yani Km 36, Banjarbaru tersebut selalu mendapatkan perawatan seperti biasa.

Rahim menyampaikan, pegawai museum setiap hari secara bergiliran membersihkan seluruh koleksi benda bersejarah yang ada di sana. “Untuk benda-benda pusaka, ada orang khusus yang punya keahlian untuk membersihkannya,” terangnya.

Selain rutin melakukan pembersihan, Rahim menuturkan bahwa pihaknya juga melakukan penjagaan secara ketat di area museum. "Ini demi menghindari aksi pencurian," tuturnya.

Secara terpisah, Juru Bicara Satgas Covid- 19 Kalsel, Muhammad Muslim menyampaikan, Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru memang sudah memungkinkan dibuka untuk umum karena kasus Covid-19 di Kalsel yang semakin melandai.

Dia mengaku sedang berkoordinasi dengan pihak museum untuk membuka tempat tersebut. "Kalau sudah siap semuanya, museum tentu kita rekomendasikan untuk segera dibuka,” ujarnya.

Di sisi lain, rencana dibukanya Museum Lambung Mangkurat disambut gembira oleh masyarakat yang selama ini rindu menghabiskan waktu di sana.

Hasanudin misalnya, warga Martapura, Kabupaten Banjar ini mengaku sudah tidak sabar mengunjungi museum. "Mau ajak anak dan istri ke sana. Sudah lama tidak ke sana," ujarnya.

Dia mengatakan, sebelum museum ditutup dirinya rutin mengajak keluarganya ke sana untuk memperkenalkan anaknya dengan benda-benda bersejarah yang dipamerkan di sana. (ris/ran/ema)