BANJARMASIN - Penanganan jalan ruas Liang Anggang yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut membuat pengendara harus bersabar. Kondisi jalan yang becek karena pengerasan membuat kendaran tak bisa leluasa. Banyak mobil yang amblas dan sangkut karena tanah material yang bergelombang.

“Hujan membuat jalan semakin susah dilalui. Harusnya ketika cuaca panas lalu cepat dilakukan pengerasan,” keluh Madi, salah seorang sopir kemarin.

Menurutnya, saat malam hari, dengan kondisi jalan sekarang membuat dirinya harus lebih waspada. Sedikit saja lengah, bisa saja ban terperosok. “Apalagi penerangan jalan di sini kurang,” imbuhnya.

Ruas jalan ini sendiri merupakan jalan yang mengalami kebanjiran saat awal tahun lalu. Di mana jalan tergenang hingga mencapai lutut orang dewasa. Penanganan jalan ini berupa peninggian badan jalan hingga 40-60 cm dari aspal sebelumnya.

Penanganan ruas jalan ini terbagi dua paket pekerjaan. Paket pertama adalah, pekerjaan rehabilitasi Jalan Simpang Liang Anggang sampai Batas Kab Tanah Laut. Paket kedua adalah pekerjaan rehabilitasi Batas Tanah Laut sampai pertigaan Bati-Bati.

“Di paket kedua, sudah sebagian pengaspalan. Hanya paket 1 yang agak lamban,” kata Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Kalsel (Satker PJN Wilayah I Kalsel) Budianto kemarin.

Dia memastikan, semua pekerjaan ini akan tuntas di akhir Desember mendatang sesuai kontrak pekerjaan. “Semoga saja cuaca bersahabat. Sehingga selesai lebih cepat,” harapnya.

Soal penanganan ruas jalan di paket 1, Budi mengatakan, pihaknya sudah mendesak kepada kontraktor agar lebih dipercepat. Paling tidak, awal pekan mendatang sudah dalan tahap progres pengaspalan. “Sudah kami minta cepat. Memang pekerjaan jalan ini sangat bergantung dengan kondisi cuaca,” sebutnya.

Dia meminta pengguna jalan harap bersabar demi nyamannya ruas jalan ini ke depan. “Ini konsekuensi pembangunan. Tapi nanti akhirnya masyarakat akan nyaman. Kami minta maaf jika selama pekerjaan mengganggu lalu lintas,” tandasnya. (mof/ran/ema)