BANJARMASIN - Sebanyak 227 sekolah jenjang SMA/SMK akan menyusul 30 sekolah yang sudah menggelar pembelajaran tatap muka. Ditarget pertengahan bulan nanti sekolah sudah dibuka semua.

Sayangnya dari 227 sekolah yang sudah siap ini, sekitar 30 persennya masih harus melengkapi syarat. Salah satunya, vaksinasi yang belum terlaksana 100 persen. Baik guru/tenaga pendidik. Maupun para siswanya. Sisanya, tinggal verifikasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel serta Satgas Covid-19 Kalsel.

Diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Yusuf Effendi, selain syarat vaksinasi, ketersediaan orang tua hingga sarana protokol kesehatan juga harus dilengkapi sekolah. “Saya optimis 227 sekolah ini akan menyusul 30 sekolah yang sudah menggelar PTM,” ujarnya kemarin.

Dia menegaskan, bagi 227 sekolah yang sudah mengusulkan PTM, namun syarat tak dipenuhi. Maka pihaknya tak akan mengizinkan. “Sesuai arahan Gubernur. Silahkan PTM asal memenuhi syarat, khususnya vaksin. Kami tak ingin menomorduakan kesehatan,” tambahnya.

Sekolah juga harus sudah mengisi aplikasi di Kemendikbud Ristek. Selain itu persetujuan orang tua, sarana protokol kesehatan di sekolah termasuk kesiapan ruangan belajar, status level PPKM di daerah yang harus berada di bawah level 4 dan pelaksanaan vaksinasi guru/tenaga pendidik dan siswa.

Di syarat terakhir ini sebut Yusuf, beberapa sekolah masih belum banyak melengkapi. “Dari keterangan sekolah, memang ada yang belum bisa memunculkan data siswa yang sudah tervaksin. Kami minta ini paling lambat 1 Minggu agar pertengahan bulan bisa menyusul 30 sekolah yang sudah PTM,” tekannya.

Jika 227 sekolah ini bisa memenuhi syarat, artinya akan ada sebanyak 257 sekolah jenjang SMA/SMK di Kalsel yang menggelar PTM. Jumlah itu pun belum semuanya. Total sekolah di bawah binaan Pemprov Kalsel sendiri jumlahnya sebanyak 357. Artinya masih ada tersisa 100 sekolah yang masih tak bisa menggelar PTM.

Dikatakan Yusuf, pihaknya sangat berharap sekolah harus sudah dibuka secepatnya. Dia tak ingin ada kecemburuan dari siswa maupun orang tua yang tetap menggelar pembelajaran online. “Kepala sekolah harus bisa mendorong percepatan. Kami berharap sekolah yang sudah PTM menjadi pemicu semangat sekolah lain,” cetusnya.

Terpisah, Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Banjarmasin, Samadi menuturkan, pihaknya sudah sangat siap menggelar PTM. Terlebih syarat vakisnasi, khususnya siswa sudah terlaksana 100 persen. “Guru pun hampir 100 persen. Sebagian hanya karena terkendala kesehatan yang tak bisa divaksin,” ucapnya kemarin.

Bahkan, untuk menyiapkan PTM, siswa hari ini diminta turun untuk membersihkan ruangan kelas yang berdebu karena lama tak terpakai. “Kami siap 100 persen. Tinggal menunggu lampu hijau dari dinas,” ujar Samadi. (mof/by/ran)