BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin tampaknya mesti berpatroli memantau kondisi sejumlah jembatan di kota ini.

Belum lama ini, warga Jalan Pangeran RT 12 Banjarmasin Utara meminta jembatan di sana diperbaiki.

Posisinya tak jauh dari mulut jalan, ada jembatan yang berdampingan dengan Sungai Kidaung. Menghubungkan warga RT 12 dan RT 23, jembatan itu sudah rusak.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (7/11), aspal jembatan sudah terkelupas. Lantai papan di bawahnya juga mulai bolong. Demikian pula dengan pagar jembatan yang miring.

Ketua RT 12 Kelurahan Pangeran, Marsudi menjelaskan, meski beberapa waktu lalu ada perbaikan, tapi kondisinya kembali memprihatinkan. "Kalau bisa, kami maunya ada perbaikan total," ujarnya.

Memang masih bisa dilintasi dan belum ada korban kecelakaan, tapi Marsudi meminta jangan menunggu kerusakannya semakin parah.

"Tak perlu menunggu ada warga yang celaka. Lebih cepat diperbaiki, maka lebih baik," tekannya.

Sebenarnya, perbaikan sudah diusulkan memalui musrenbang (musyawarah rencana pembangunan). Tapi ternyata tak ada respons.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Jembatan PUPR, Thomas Sigit Mugiarto, berjanji bakal meninjau ke lokasi.
Ditanya apakah perbaikannya bisa cepat, dia tak berani memastikan. "Kalau sifatnya darurat, bisa memanfaatkan material bekas jembatan yang sudah kami ganti," jelasnya.

PUPR sudah lama merencanakan penggantian jembatan ulin menjadi jembatan cor beton di Banjarmasin.
"Perencanaannya sudah disusun. Tapi untuk kepastian lokasinya belum. Yang jelas kami punya program untuk ke sana," ungkapnya.

"Total jembatan di Banjarmasin ini berjumlah sekitar 600-an. Ada yang beton, ada yang masih kayu ulin. Yang rusak masih diinventarisir," tuntas Thomas. (war/at/fud)