BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, bersama kabupaten/kota nampaknya harus lebih gencar melakukan vaksinasi Covid-19. Karena berdasarkan data di website vaksin.kemkes.go.id, capaian vaksinasi di Banua paling rendah di regional Kalimantan.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, per 8 November 2021, pukul 13.00 Wita, dalam Dashboard Vaksinasi Covid-19 yang dikelola Kementerian Kesehatan tersebut, capaian vaksinasi dosis pertama di Kalsel baru 41,87 persen. Sementara provinsi lain di Kalimantan lebih dari itu.

Kalimantan Utara misalnya, capaian vaksinasi mereka sudah 62,50 persen. Kemudian, Kalimantan Timur, 62,57 persen; Kalimantan Tengah, 55,42 persen; dan Kalimantan Barat 43,73 persen.

Ditanya terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim ternyata menampik jika capaian vaksinasi Kalsel paling sedikit di Kalimantan. "Kalau di Kalimantan berada di tengah. Kita tidak terlalu rendah," katanya.

Karena menurutnya, data yang ada di website tidak sesuai dengan catatan manual di lapangan. "Catatan KPC-PEN per kemarin (7/11), capaian kita 44,4 persen. Tapi dilihat catatan manual sebenarnya lebih dari 45 persen," ujarnya.

Perbedaan data ini kata Muslim, menjadi PR bagi pemerintah kabupaten/kita agar segera mengupload capaian vaksinasi terbaru. Sehingga, di website langsung bertambah sesuai dengan catatan di lapangan.

Berdasarkan data di vaksin.kemkes.go.id, capaian vaksinasi bagi para lanjut usia (lansia) masih yang paling rendah. Yakni, hanya 19,59 persen. Menurut Muslim, ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam percepatan vaksinasi lansia. "Yang pertama aksesnya lumayan sulit, karena tidak mempunyai lokasi khusus untuk mereka," ujarnya.

Sehingga kata dia, untuk bisa mempercepat capaian vaksinasi lansia diperlukan sistem door to door. "Tapi, kendala lain ada juga saat ingin divaksin para lansia ada yang tensinya di atas nilai yang dianjurkan. Sehingga tidak boleh disuntik," katanya.

Di sisi lain, capaian vaksinasi untuk sasaran lain sudah cukup tinggi. SDM Kesehatan misalnya, dosis pertama sudah mencapai 127,98 persen. Kemudian, petugas publik, 104,75 persen; masyarakat umum dan rentan, 33,85 persen; serta sasaran usia 12 sampai 17 tahun sudah 43,49 persen.

Muslim menegaskan, kecepatan vaksinasi akan terus digelorakan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sampai akhir tahun. "Program Vaksinasi Bergerak tidak berhenti," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menaruh harapan besar kolaborasi yang terbangun antarkomponen tetap kokoh. "Karena targetnya capaian vaksinasi di Kalsel hingga akhir Desember 2021 sebesar 70 persen," paparnya saat menunjau vaksinasi di SMAN 2 Banjarbaru, kemarin.

Menurut Paman Birin, dengan disebarnya vaksinasi, maka Covid-19 diharapkan semakin melandai. "Tetapi jangan lengah, kita harus tetap waspada. Tetap terapkan 5M,” ujarnya.

Paman Birin mengingatkan kembali protokol kesehatan 5M kepada peserta vaksinasi. Antara lain, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Adapun akselerasi vaksinasi di Kalsel terus dilakukan demi mencapai target 70 persen di akhir tahun. Usai aksi Turdes Vaksinasi Bergerak di lingkup 13 kabupaten kota, Oktober 2021 lalu, capaian vaksinasi dosis pertama tercatat sebesar 36,11 persen.

Persentase tersebut terus meningkat seiring dengan aksi Turdes Vaksinasi Bergerak yang kedua, awal November 2021. “Alhamdulillah hari ini di provinsi (capaian vaksinasi) sudah mencapai 44,4 persen," ucap Paman Birin.

Kota Banjarbaru kata dia menjadi daerah dengan capaian yang tinggi, yaitu lebih dari 62 persen. “Terima kasih kepada wali kota (Banjarbaru) dan jajarannya, serta seluruh pihak terkait, atas kerja kerasnya,” pungkas Paman Birin. (ris/by/ran)