PARINGIN – Kerinduan para sastrawan banua untuk saling tatap muka terobati pada gelaran Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XVIII yang dihelat di Kabupaten Balangan sejak kemarin.

ASKS yang dilaksanakan dari tanggal 12 sampai 14 November 2021 ini, berpusat di Gedung Budaya Garuda Maharam, Kecamatan Paringin. Ada total 218 peserta yang berpartisipasi dalam pesta sastra di Kalsel ini, Mereka menjadi perwakilan dari 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel.

Aacara dibuka oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Faried Fakhmansyah. Pembukaan gelaran sastra ini ditandai dengan penyerahan penyerahan buku antologi puisi dari peserta, dan pemberian lencana anugerah 30 tahun kesetiaan Setya Sastra Negeri dari Lumbung Sastrawan Indonesia kepada lima sastrawan Kalsel.

Kelima sastrawan tersebut yaitu H Ibramsyah Amandit, H Tajudinnor, Micky Hidayat, Jamal T Suryanata dan M Johansyah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, selaku panitia pelaksana bersama Dewan Kesenian Balangan, Ribowo mengungkapkan, ada lima agenda yang dilaksanakan pada ASKS, yakni bacangkurah maharagu sastra banjar yang dibalut dengan seminar sastra, menyampuk pandir manyising puting gasan ASKS XVIII atau sidang pleno dan Karasmin sastra 13 kabupaten / kota serta lomba aruh sastra Kalsel, dan kembang rampai puisi penyair Kalimantan Selatan.

Sedangkan lomba yang digelar yaitu bahaharatan baulah kisah rakyat Balangan, bahaharatan baulah syair banjar, bahaharatan basyair dan bahaharatan baturai pantun.

Sastrawan Kalsel yang beberapa tahun terakhir rutin memproduksi karya puisi berbahasa Banjar, YS Agus Suseno mengapresiasi tuan rumah yang mempertahankan bahasa Banjar dalam tema dan lomba.“Meskipun bukan yang pertama, karena ASKS ke-7 di Tabalong pada tahun 2010 juga mengangkat bahasa Banjar,” ujarnya.

Namun harapan disematkan Agus Suseno pada gelaran ASKS tahun ini, agar semua Kabupaten/Kota di Kalsel membuat Perda terkait pemertahanan bahasa dan sastra bahasa daerah.

“Bahasa Banjar merupakan bahasa pergaulan di Kalsel, idealnya setiap pemerintah kabupaten/kota di Kalsel punya Perda itu. Memang Pemprov Kalsel sudah punya Perda nomor 7 tentang pemeliharaan bahasa dan sastra daerah. Tapi lebih bagus lagi semua daerah punya Perda serupa agar implementasinya lebih mudah,” tukasnya.

Selaku tuan rumah, Bupati Balangan, Abdul Hadi berharap, pelaksanaan ASKS di Balangan bisa berjalan sukses dan mampu membangkitkan semangat warga Balangan dalam menghasilkan karya sastra. (why/ran/ema)