TPS3R di Kabupaten Banjar mengalami berbagai kendala dalam pengelolaannya. Selain permasalahan kelembagaan, dari kondisi di lapangan dapat dilihat bahwa TPS3R masih membutuhkan peralatan yang memadai dalam operasionalnya.

Permasalahan teknis operasional menjadi salah satu kendala karena TPS 3R masih banyak berfokus pada proses pemilahan sampah anorganik, dan mengalami hambatan dalam pengolahan sampah organik seperti pengomposan. Hal ini menimbulkan pemikiran bahwa penting untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah organik dengan sederhana dan mudah serta menghasilkan kompos yang berkualitas.

Teknologi komposter sederhana ini dibuat oleh dosen Fakultas Teknik Rizqi Puteri Mahyudin dan Andy Mizwar yang dibantu oleh mahasiswa Gamaliel Purba dan Yuni Safaria Dwi Lestari melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat yang didanai oleh LPPM melalui DIPA Universitas Lambung Mangkurat. Teknologi ini dibuat dengan menggabungkan pencacah manual yang langsung menjadi satu dengan tong komposter. Diharapkan komposter ini dapat menunjang kegiatan pengolahan sampah organik. Kegiatan ini melibatkan peran serta pengelola TPS3R Sekumpul Kabupaten Banjar. Dalam pelaksanaan program ini para pengelola TPS3R berperan sebagai pelaksana dari teknologi pengomposan yang akan diberikan.

Adapun metode pelaksanaan program yaitu perencanaan dan persiapan, pembuatan desain alat, pembuatan alat dan uji coba alat, penjelasan cara penggunaan teknologi, dan refleksi serta evaluasi program.