BANJARMASIN - Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan public relation yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel di Hotel Aria Barito, Sabtu (13/11).

"Agar terbangun kesepahaman yang positif antara humas dan media," kata Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie.
Satu sisi, humas diminta membangun citra positif tempatnya bekerja. Sisi lain, mereka harus menghadapi media massa.

Beberapa kerap dikeluhkan dan dianggap meresahkan. "Tentu ada perbedaan, antara media dan wartawan yang berkompeten dengan orang-orang yang hanya melabeli dirinya jurnalis tanpa menjalankan tugas-tugasnya secara profesional," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI Kalsel, Toto Fachrudin mengatakan, pelatihan ini digagas bidang pendidikan PWI. "Sekaligus untuk mengaktifkan kembali Sekolah Jurnalisme Indonesia," ujarnya.

Dijelaskannya, tantangan humas ke depan bakal lebih berat dan sulit diprediksi. Karena juga harus menghadapi media sosial dan netizen.

"Mengharapi warganet ini perlu perlakuan khusus," jelas Pemimpin Redaksi Radar Banjarmasin itu.

SJI ingin membantu para praktisi kehumasan dalam mendapatkan pengetahuan dan keahlian dari para pimpinan media di PWI. Baik yang bekerja di humas pemerintahan, instansi vertikal maupun BUMN. (gmp/at/fud)