BANJARMASIN - Kondisi pagar dermaga Masjid Sultan Suriansyah di Kampung Kuin sudah memprihatinkan.

Puluhan bilah pagar dengan ornamen bunga berwarna kuning dan hijau muda tersebut banyak yang terlepas.

Saking banyaknya anak pagar yang hilang, pagar itu terlihat seperti ompong. Hanya tersisa penyangga atas dan bawahnya saja.

Petugas keamanan di kawasan masjid bersejarah tersebut, Bambang Suherman menceritakan, kerusakan pagar itu sudah dimulai sejak setahun yang lalu.

"Paling parah dalam tiga bulan terakhir," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, kemarin (14/11) petang.

Penyebabnya, kayu penjepit yang sudah lapuk. "Hanya sekitar 20 anak pagar yang bisa kami selamatkan. Sisanya entah hilang kemana. Penjepit anak pagar itu dibikin dari kayu biasa, makanya cepat lapuk," jelas Bambang.

Padahal, usia pagar tak bisa disebut tua. "Kira-kira belum dua tahun. Seingat saya dermaga ini selesainya dua bulan setelah acara Baayun Maulid di masjid pada tahun 2020 lalu," tambahnya.

Bagi pria 48 tahun itu, kondisi pagar ini membahayakan pengunjung. Mengingat dermaga di Sungai Kuin itu selalu ramai dikunjungi pada sore hari. Apalagi pada akhir pekan.

"Takutnya ada anak-anak yang lepas dari pengawasan orang tuanya, tiba-tiba jatuh ke sungai gara-gara pagar itu," ujarnya.

Pagar ompong itu juga merusak pemandangan. Diingatkannya, makam dan masjid Sultan Suriansyah selalu ramai dikunjungi peziarah dari luar daerah. Dan dermaga itu merupakan fasilitas vital untuk peziarah yang menempuh jalur sungai.

"Apa tidak malu kelihatan pengunjung?" cecarnya. Ditanya apakah keluhan ini sudah sampai ke Pemko Banjarmasin, Bambang mengaku sudah melapor.

Sayang belum direspons. "Kami berharap pemko segera memperbaikinya. Demi kenyamanan bersama. Selain pagar, tegel di dinding dermaga juga banyak yang pecah dan lepas," tutupnya.

Kekhawatiran serupa juga diungkap Muhammad Fudail. Warga Kelurahan Kuin Utara itu kerap membawa anaknya berjalan-jalan di sekitar area dermaga.

"Sayang kalau terus dibiarkan. Apalagi lokasinya berseberangan dengan bangunan cagar budaya," keluhnya.
"Kami berharap dinas terkait bisa secepatnya memperbaiki," tuntasnya. (war/at/fud)