BANJARMASIN - Banjarmasin dan Banjarbaru pernah menjadi daerah dengan jumlah pasien Covid-19 terbanyak. Saat ini kedua kota malah menjadi daerah rendah jumlah perawatan pasien Covid-19. Di Banjarbaru, bahkan hanya 1 pasien yang dirawat.

“Alhamdulillah, kian hari jumlah pasien yang dirawat semakin jauh menurun. Khususnya daerah yang sebelumnya mengalami kasus tinggi seperti Banjarmasin dan Banjarbaru,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim kemarin.

Diungkapkannya, jumlah total pasien Covid-19 yang dirawat saat ini hanya tersisa 28 orang. Pasien yang masih banyak dirawat ada di Kabupaten Banjar, jumlahnya sebanyak 8 orang. “Itu pun gejalanya rata-rata tak berat,” sebutnya.

Meski jumlah pasien Covid-19 yang dirawat kian hari terus mengalami penurunan, dia mewanti-wanti agar tetap waspada dan tak lengah. Khususnya tetap menerapkan Prokes. “Jangan sampai ada gelombang tinggi penularan lagi karena lengah,” pesannya.

Meski vaksinasi belum mencapai target herd immunity, tetapi masifnya vaksinasi membuat kasus Covid-19 mengalami penurunan drastis.“Jauh berbeda sebelum ada vaksin dulu. Ketika itu kita tahu sendiri, rumah sakit selalu penuh. Bahkan sampai kekurangan tempat tidur,” paparnya.

Untuk diketahui, sejak awal pandemi hingga kemarin, jumlah warga Kalsel yang meninggal dunia karena Covid-19, mencapai 2.390. Ini bukan jumlah kecil. Dari data Satgas Covid-19 Kalsel, paling banyak yang meninggal dunia adalah warga dari Banjarmasin, jumlahnya sebanyak 544 jiwa. Disusul Banjarbaru sebanyak 366 jiwa dan Tanah Bumbu sebanyak 282 jiwa.

Muslim menyampaikan, khusus kemarin, laporan yang meninggal dunia karena Covid-19 nihil. Bahkan sebaliknya, ada sebanyak 9 orang dinyatakan sembuh. “Penambahan kasus hanya 1 orang berasal dari Kabupaten Banjar,” tandasnya.

Sementara, salah seorang warga asal Banjarmasin, Hasan mengatakan, dia sudah bosan dengan Covid-19. Banyaknya korban dan pasien yang dirawat sebelumnya sempat membuat dia sekeluarga khawatir. “Sekarang tak takut lagi. Mungkin virusnya juga muyak (bosan),” tuturnya.

Meski demikian, dia mengaku masih selalu memakai masker untuk kewaspadaan. “Tetap saja saya selalu memakai masker. Saat ini seperti sudah biasa. Sekalian saja melindungi debu,” ucapnya. (mof/by/ran)