Baru 25 tahun, Kesuma Anugerah Yanti sudah beberapa kali mengikuti pertukaran pemuda ke luar negeri.

- Oleh: ENDANG, Banjarmasin

Tak cepat puas. Itulah prinsip Yanti ketika mengikuti Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2021.
Seleksi dihelat April lalu. Bersaing dengan 70 peserta dari kabupaten dan kota di Kalsel.

Hingga perempuan kelahiran Banjarmasin, 28 November 1996 itu menyisihkan peserta lain yang prestasi dan pengalamannya tak bisa diremehkan.

"Kalau optimis, harus optimis. Dengan pengalaman dan kemampuan yang saya miliki, saya yakin bisa lolos program ini," ucap anak pasangan Nasruddin dan Istiharah itu.

Ada beberapa tahapan seleksi harus dilewati. Dari administrasi, focus group discussion (FGD) hingga wawancara dengan beragam materi. Dari komunikasi, kepemudaan, pengembangan masyarakat, psikologi, penampilan hingga budaya.

"Seleksinya lumayan banyak dan perlu persiapan," tuturnya.

Seleksi yang diikuti Yanti diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel dan Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI).

AIYEP sendiri adalah program yang berfokus pada kebudayaan, pengalaman profesi, serta pengembangan kemampuan komunikasi dan kerelawanan.

"Diberangkatkan pada 5 November," ujarnya.

Lulusan Jurusan Matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat ini sebenarnya sudah pernah mengikuti pertukaran serupa.

"Chiang Rai, Thailand 2017 dan Espanol Como Lengua Extranjera (ELE) Focalae di Cartagena, Colombia 2018," sebutnya.

Beberapa kali ke luar negeri, apa yang sebenarnya dicari Yanti? Asisten peneliti junior program inklusivitas di Yayasan Kota Kita ini menjawab, paling utama adalah membangun jejaring.

"Saya juga suka bahasa asing dan budaya lain, jadi bisa sekaligus belajar," tutupnya. (fud/ema)