BANJARMASIN - Rumah Rukmini di Jalan Sutoyo S Gang Ruhuy Rahayu termasuk yang dibantu program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) tahun 2021.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (17/11) siang, kediaman perempuan 61 tahun itu memang memprihatinkan. Miring, seakan hendak roboh. Tampak salah satu tiang rumah kayu itu sudah patah.

Di dalamnya apalagi, lantai dan dindingnya sudah bolong-bolong. Daun pintunya juga hampir terlepas.

Terisak, Rukmini menuturkan rumah sudah didiaminya sejak tahun 1980. Baru empat tahun terakhir dirinya tak lagi sanggup memperbaiki rumah tersebut. Alasannya, apalagi kalau bukan karena ketiadaan biaya.

"Dulu saya bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Tapi sudah dua tahun ini tak lagi bekerja karena pandemi. Jadi tak punya uang untuk memperbaiki. Apalagi suami saya sudah lama meninggal dunia," kisahnya.

Sambil bekerja serabutan, Rukmini berpindah-pindah. Menyewa rumah yang lebih layak untuk tempat beristirahat.

"Saya tak bisa lagi menempati rumah ini karena khawatir bakal roboh. Apalagi saat Januari tadi, rumah ini juga terkena banjir," tambahnya.

Sementara waktu Rukmini bersama kedua anaknya menyewa sebuah rumah di Jalan Cempaka 2.

"Anak saya ada tujuh. Lima sudah berkeluarga," sebutnya. "Saya bersyukur karena masih diperhatikan pemerintah lewat bedah rumah ini," sambungnya.

Di depan rumah Rukmini, ada Kepala Dinas Sosial Banjarmasin, Iwan Ristianto. Dijelaskannya, Rukmini memang warga miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Rumah Rukmini juga sudah lolos proses verifikasi. "Bantuannya berupa uang sebesar Rp24 juta yang ditransfer ke rekening bersangkutan. Lalu uang itu digunakan untuk membeli bahan bangunan dan upah tukang dengan waktu pengerjaan selama 20 hari," jelasnya.

Pertanyaannya, apakah cukup? "Insyallah uang dan waktu yang diberikan cukup. Sebenarnya, bantuan ini cuma stimulan," jawabnya.

Ditambahkannya, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) juga memiliki pendamping untuk mengawasi pengerjaan rehab rumah.

Tahun ini ada sebanyak 153 rumah warga yang diusulkan menerima program RS-Rutilahu. Tapi setelah diverifikasi, hanya 83 rumah yang memenuhi syarat.

Yang paling banyak dibantu adalah Kecamatan Banjarmasin Utara. Tepatnya di Kelurahan Antasan Kecil Timur dengan jumlah 25 rumah.

Perihal syarat, antara lain tanah milik sendiri. Lalu, rumah tidak berdiri di jalur yang dilarang pemerintah.

"Kemudian tak terbelit permasalahan utang piutang atau waris. Usulan dimasukkan melalui RT atau langsung ke dinsos. Nanti kami yang akan memverifikasinya," tuntas Iwan. (war/az/fud)