BANJARBARU - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Banjarbaru akan memasuki tahap kedua. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru menetapkan sejumlah perubahan.

Kepala Disdik Kota Banjarbaru, M Aswan menyebut ada tambahan sekolah yang diizinkan menggelar PTM.

"Konsep kita adalah terbatas dan bertahap. Jadi kita tidak serentak membuka semuanya, tapi secara bertahap. Dan dimulai dari Senin per tanggal 22 November nanti ada beberapa tambahan sekolah yang menggelar PTM," kata Aswan.

Untuk jenjang SMP, tidak tambahan karena sedari PTM semua sudah buka, 25 sekolah. Tambahan ada di jenjang SD, dari 15 sekolah ditambah 55 sekolah. Sehingga total ada 70 SD yang menggelar PTM.

Kemudian, untuk jenjang TK/PAUD Disdik mengizinkan tambahan 50 sekolah, sehingga ada 64 yang boleh PTM.

Dengan penambahan ini, masih ada 8 SD yang belum dibuka, sedangkan TK/PAUD cukup banyak, 104 unit. Karena total ada 168 unit TK/PAUD negeri maupun swasta di Kota Idaman.

Alasan masih ditahannya pembukaan sekolah ini, menurut Aswan untuk mengoptimalkan kesiapan prokes.

"Juga berkaitan dengan kapasitas kontrol atau pengawasan kita jika dibuka serentak. Kita tidak mau ada blunder hingga muncul kasus karena tidak benar-benar diawasi. Makanya kita gunakan konsep bertahap, nanti juga akan dibuka semuanya bertahap," jelasnya.

Lalu bagaimana hasil pengawasan PTM yang sudah berjalan? Menurut Aswan semua sekolah menerapkan prokes dengan baik.

"Bahkan tidak ada laporan ataupun temuan penularan di PTM tahap satu. Nah inilah yang terus kita jaga agar ke depannya di tahap dua juga tetap terjaga," klaimnya. (rvn/ij/bin)