BANJARBARU - Sejumlah daerah di Banua hingga kini belum menyelesaikan pembayaran insentif untuk para tenaga kesehatan (nakes). Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan per Senin (15/11) mencatat, ada empat daerah yang masih menunggak.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan Rudy M Harahap mengatakan, empat daerah tersebut yakni Hulu Sungai Selatan yang masih menunggak Rp6.091.562.654. Kemudian, Banjarbaru menunggak Rp4.216.250.116.

"Lalu, Hulu Sungai Tengah menunggak Rp2.851.071.542 dan Banjarmasin menunggak Rp750.714.339," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, pihaknya terus mendorong agar keempat daerah tersebut dapat menyelesaikan pembayaran insentif nakes hingga akhir tahun ini. "Karena kalau tidak selesai, maka ada penyerapan anggaran yang juga macet terkait dukungan vaksinasi," ungkapnya.

Disampaikannya, ada beberapa kendala yang dialami pemerintah daerah sehingga menunggak membayar insentif nakes. Khusus Hulu Sungai Tengah kata Rudy, lantaran awalnya ada ketidaksepahaman siapa penerima dan berapa nilai yang mesti dibayar.

Lanjutnya, sedangkan untuk tiga daerah lainnya, Banjarmasin, Banjarbaru dan Hulu Sungai Selatan, kendala yang dihadapi lantaran adanya keterlambatan proses administrasi dari usulan sampai rekonsiliasi data.

Namun dia mengungkapkan, keempat daerah itu kini sedang memproses percepatan pembayaran insentif nakes. "Bupati HST, Pak Aulia misalnya telah menginfokan akan segera melunasi," ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Machli Riyadi menegaskan, tunggakan pembayaran nakes sudah mereka ajukan. "Tinggal menunggu pembayaran saja dari Bank Kalsel ke rekening masing-masing nakes," tegasnya.

Hal senada disampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza. Dia menuturkan, pelunasan insentif yang mereka kelola untuk nakes di seluruh Puskesmas di Banjarbaru masih berproses. "Untuk Oktober mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini kita selesaikan," tuturnya.

Sedangkan insentif untuk November dan Desember, dia menyebut pembayarannya juga sedang diproses. Namun pembayaran dilakukan setelah nakes sudah bekerja. "Nakes bekerja dulu baru dibayar, mudah-mudahan 2021 ini bisa terealisasi 100 persen," sebutnya.

Di sisi lain, Plt Kadinkes HST, Mursalin menuturkan, pihaknya akan segera melunasi insentif nakes di daerahnya. "Sudah ada surat perintah membayar (SPM)-nya. Kalau tidak ada perbaikan Insya Allah besok (hari ini) sudah masuk ke rekening nakes," tuturnya.

Ditambahkannya, hari ini SPM akan diantar ke BPKAD HST untuk diverifikasi. "Kalau tidak ada perbaikannya, langsung dibuatkan SP2D (surat perintah pencairan dana). Lalu pemindahbukuannya dikirim ke bank, kemudian bank memproses ke rekening nakes yang ditunjuk," tambahnya.

Sementara itu di HSS, Seksi SDMK Dinkes HSS, Basuki menyampaikan, pencairan insentif nakes pada Setember dan Oktober di daerahnya memang terjadi keterlambatan karena ada proses pergeseran anggaran. "Tapi tetap kami bayarkan dan tidak tertunggak," ucapnya.

Belum dibayarnya insentif nakes menurutnya tidak dapat dikatakan menunggak, namun hanya keterlambatan. "Kalau tertunggak karena anggarannya tidak tersedia pak. Kalau kami anggarannya ada, cuma terlambat membayar lantaran permasalahan pergeseran anggaran tadi," ujarnya.

Untuk pembayarannya, dia menjelaskan, saat ini masih proses verifikasi dokumen usulan juga dari pengusul. "Mungkin dalam semingguan ini Insya Allah sudah cair, asal berkas usulan dari pengusul sudah lengkap," pungkasnya. (ris/by/ran)