BANJARMASIN - Warga Banjarmasin masih dihantui kiriman air dari hulu yang mengakibatkan banjir seperti awal tahun lalu. Apa saja yang dilakukan Pemda setempat agar Banjarmasin tak lagi kebanjiran?

Kepala Bidang Sungai di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Hizbul Wathoni mengatakan, posisi Banjarmasin yang berada di kawasan hilir tentu saja menjadi “mangsa” kiriman air dari hulu.

Menurutnya, yang paling disiapkan untuk mengantisipasi banjir adalah bagaimana mengalirkan kiriman air dari hulu tersebut ke sungai besar (Barito). “Pengerukan sudah kami lakukan sejak awal tahun lalu pasca banjir,” sebutnya.

Pengerukan yang paling intens dilakukan adalah Sungai Veteran dan Ahmad Yani. Pasalnya, pada saat banjir lalu, dua sungai ini lah yang menghambat aliran sungai dari hulu. “Pengerukan juga kami lakukan demi lancarnya aliran air,” kata Toni.

Tak hanya terfokus di tengah kota. Pihaknya juga melakukan pelebaran sungai diperbatasan Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar. Dari hasil pantauan saat banjir awal tahun lalu, di lokasi perbatasan ini lah air banyak tergenang. “Disana sekarang sudah kami lebarkan. Dulu memang sangat sempit,” sebutnya.

Lokasi sungai ini berada di Banjarmasin Timur, namanya Sungai Gusang. Lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar. Sungai ini dikeruk sekitar 1,2 Km dengan kedalaman rata-rata 1,2 meter dan lebar 4-5 meter.

Normalisasi sungai ini menelan biaya sebesar Rp196 juta yang bersumber dari APBD perubahan 2021, ditarget selesai pada minggu kedua bulan Desember mendatang. “Pengerukan sungai ini akan bertemu dengan Sungai Lulut. Sehingga air bisa mengalir ke Sungai Barito,” terangnya.

Mampetnya aliran sungai di sini lalu sangat terdampak besar bagi warga yang berada di Kecamatan Banjarmasin Timur. Genangan air tinggi masuk hingga ke rumah warga. Bahkan, mereka pun saat itu harus mengungsi karena tempat tinggalnya kebanjiran.

Ali, warga Jalan Tembus Pramuka Km 5 Banjarmasin begitu was-was ketika mendengar terjadi banjir di hulu. Pasalnya, pada saat banjir lalu, rumahnya terendam hingga pinggangnya. “Lebih dua Minggu saya dan keluarga harus mengungsi saat itu. Semoga saja saat musim hujan dan air pasang sekarang tak banjir lagi,” tuturnya. (mof/by/ran)