BANJARMASIN - Proyek pengerjaan jalan dan jembatan di ruas jalan nasional trans Kalimantan dikeluhkan pengguna jalan. Khususnya pada malam hari, minim rambu dan pengaman.

"Ada pengerjaan jembatan di Kintap. Kita dialihkan jalan alternatif yang cuma bisa dilewati bergantian. Tapi, dua kali saya lewat tidak ada yang mengatur lalu lintas," kata Anwar, warga Tanah Bumbu, Kamis (18/11).
Selain itu ujarnya, lampu dan penerang di lokasi proyek amat minim. "Bahaya kalau ada orang tidak tahu," bebernya.

Lain lagi dengan Agus. Juga warga Tanah Bumbu. Di ruas Bati-Bati ke Pelaihari remnya berdecit keras. Hampir tabrakan.

"Ada pengaspalan jalan. Petugas yang menyetop hampir tidak terlihat. Caranya menyetop pun aneh," keluhnya.
Radar Banjarmasin melihat sendiri suasana pekerjaan jalan di sana. Apa yang dikeluhkan warga memang sesuai fakta di lapangan. Pekerja nampak kelelahan. Pengatur lalu lintas yang mestinya berlapis, karena rawan kecelakaan, diatur hanya di dua titik berlawanan.

Seperti diberitakan sebelumnya, penanganan ruas jalan ini terbagi dua paket pekerjaan. Paket pertama adalah, pekerjaan rehabilitasi Jalan Simpang Liang Anggang sampai Batas Kabupaten Tanah Laut. Paket kedua adalah, pekerjaan rehabilitasi Batas Tanah Laut sampai pertigaan Bati-Bati.

“Di paket kedua, sudah sebagian pengaspalan. Hanya paket 1 yang agak lamban,” kata Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Kalsel (Satker PJN Wilayah I Kalsel), Budianto kemarin.

Dia memastikan, semua pekerjaan ini akan tuntas di akhir Desember mendatang sesuai kontrak pekerjaan. “Semoga saja cuaca bersahabat. Sehingga selesai lebih cepat,” harapnya.

Soal penanganan ruas jalan di paket 1, Budi mengatakan, pihaknya sudah mendesak kepada kontraktor agar lebih dipercepat. Paling tidak, awal pekan mendatang sudah dalam tahap progres pengaspalan. “Sudah kami minta cepat. Memang pekerjaan jalan ini sangat bergantung dengan kondisi cuaca,” sebutnya.

Dia meminta pengguna jalan harap bersabar demi nyamannya ruas jalan ini ke depan. “Ini konsekuensi pembangunan. Tapi, nanti akhirnya masyarakat akan nyaman. Kami minta maaf jika selama pekerjaan mengganggu lalu lintas,” jelasnya. (zal)