AMUNTAI - Kematian Iman (14) membingungkan. Ia dilaporkan meninggal tenggelam, tapi orang tuanya menduga ada kejanggalan. Sehingga ia lapor ke Polres HSU untuk diusut.

Imam Muarif adalah warga Desa Palimbangan Gusti, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Remaja ini ditemukan tewas tenggelam di sebuah lahan persawahan, tak jauh dari rumahnya, Jumat (12/11), lalu.

Curiga karena ditemukan kejanggalan, Munawari, orang tua Imam, tidak menerima kematian anaknya. Rabu (17/11) sore, anggota DPRD HSU ini datang ke Unit Reskrim HSU. Ia resmi melapor.

Dengan mata sembab, Munawari mengaku tidak terima atas meninggalnya Imam. Menurutnya, anaknya dalam kondisi sehat, tiba-tiba dikabarkan meninggal tenggelam di air dangkal setinggi 20 Cm. Bagi politisi ini, peristiwa itu tidaklah wajar.

"Kami sekeluarga minta kasus ini segera diusut Polres HSU. Agar ditemukan titik terang. Ini penting, agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri," ucapnya dengan mata sembab.

Nur Wakib SH bersama Humayni SH, kuasa hukum Munawari, mengungkapkan, mereka sudah melihat pemeriksaan saksi di polres yang dilaksanakan pihak reskrim. Selain itu, juga sudah datang ke tempat kejadian perkaran.

Keduanya curiga ada kejanggalan menyertai kematian Imam. Sebab, tinggi air di lokasi ditemukannya korban, hanya 20 Cm. Tidak mungkin, remaja setinggi 155 cm bisa tenggelam.

"Kami support Polres HSU untuk mengungkap kasus ini secepatnya dan tetap melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Semoga ada titik terang dan kasus ini terungkap kebenarannya," kata Nur.

Terpisah, Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan SIK mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dan segera ditindaklanjuti dengan melakukan interview kembali terhadap beberapa saksi.

"Ada sembilan orang saksi yang kami interview terkait kematian korban. Beberapa lagi ada surat panggilan ke masyarakat yang melihat kejadian kasus tersebut," katanya. (mar)