BANJARMASIN - Belum selesai perusakan pot kembang di median jalan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin menghadapi pencurian mesin pompa air taman vertikal.

"Terakhir ada enam unit pompa yang hilang," kata Kepala DLH Banjarmsin, Mukhyar, kemarin (18/11).

Lokasinya di perempatan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Ahmad Yani, dekat flyover. Raib pada Oktober yang lewat.
Selama beberapa bulan ini, sudah belasan unit yang dinyatakan hilang. Mukhyar tak habis pikir, mengapa ada yang tega mencuri aset tersebut.

"Kalau tak selalu disiram, tanaman di taman vertikal itu akan mengering dan mati. Sementara untuk menumbuhkannya butuh waktu yang tidak sebentar," tambahnya.

Perihal kerugian, ia menaksir lebih dari Rp4 juta. "Harga satu unitnya Rp400 ribu. Kalikan saja kalau sepuluh yang hilang," jelasnya.

Saat ini, mesin-mesin yang hilang itu sudah diganti dengan yang baru. Tapi DLH berencana untuk memindahkan lokasi taman-taman vertikal itu ke kawasan lain yang lebih mudah diawasi.

"Mungkin ke Taman Kamboja (di Jalan Anang Adenansi) saja," sebutnya.

Persoalannya, DLH tak melaporkan pencurian ini ke kantor polisi. "Kami melihat keadaan dulu. Kalau bulan ini hilang lagi, maka tak menutup kemungkinan untuk dilaporkan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris DLH Banjarmasin, Marzuki mendengar cerita seseorang yang kepergok polisi saat mengutak-atik mesin pompa taman vertikal.

"Tak sempat dicuri, karena pas kepergok langsung kabur. Yang kami dengar, pencurinya tak sendirian. Mereka memakai sepeda motor dan beraksi pada malam hari," tuturnya.

"Dugaannya, pencurinya memang profesional," sambungnya.

Marzuki berharap, pengguna jalan bisa ikut membantu mengawasi taman-taman di ruang publik kota. "Bila sungkan menegur, laporkan ke polsek terdekat," tutupnya. (war/az/fud)