BANJARBARU - Kabar gembira bagi masyarakat Banua, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bakal menghadirkan program layanan Buy The Service (BTS) Teman Bus di Kalimantan Selatan pada Desember ini.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Angkutan Umum Direktorat Angkutan Jalan Kemenhub Hadi Setiabudi saat menghadiri rapat koordinasi di Ruang Rapat H Maksid, Setdaprov Kalsel, kemarin.

Dia mengungkapkan, saat ini pemenang lelang penyedia armada BTS sedang mempersiapkan bus yang akan beroperasi di Kalsel. "Posisi sekarang masih pembuatan bus, dan kita berharap akhir November sudah selesai. Sehingga target kita pada awal Desember sudah bisa operasional," ungkapnya.

Oleh karena itu, menurutnya dari sekarang pemerintah daerah di Kalsel sudah mulai mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan. Seperti halte, selter, rambu dan lain-lain. "Minimal ada penanda tempat pemberhentian bus," ujarnya.

Karena kata dia, bus BTS tidak diperbolehkan berhenti di sembarang tempat. Melainkan harus di halte yang sudah disediakan. "Kalau bus berhenti di sembarangan tempat akan mendapatkan sanksi," katanya.

Lalu berapa armada yang akan beroperasi di Kalsel? Hadi menuturkan, rencananya ada 75 unit bus. "Itu di luar cadangan. Kalau dengan cadangan, totalnya sekitar 81 unit," paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kalsel, Mirhansyah menyampaikan, semua pihak mendukung kehadiran BTS di Kalsel untuk mengurangi penggunaan angkutan pribadi.

Terkait infrastruktur, dia menuturkan, pemda akan memanfaatkan halte dan rambu yang sudah tersedia. "Yang belum tersedia maka akan kami sediakan secara gotong royong, dengan pemda dan CSR perusahaan," tuturnya.

Dalam operasionalnya nanti, Mirhan mengatakan, ada empat koridor yang dilayani. Yaitu, Terminal KM 17 – Terminal Simpang Empat, Taman Siring KM 0 Banjarmasin – Terminal KM 17, Terminal Handil Bakti – Terminal KM 6 – Simpang Empat Trans, dan Terminal KM 17 Gambut Barakat – Simpang 3 Bentok (bundaran lik-Liangangang).

Hadirnya BTS ujar dia, akan diperkuat oleh 11 unit Bus Rapid Trasit (BRT) yang kini sudah beroperasi lebih dulu. "Jadi total akan ada 86 bus baik BRT dan BTS ini," papar Mirhan.

Dia berharap, semua pihak terkait serta masyarakat mendukung program ini. Sehingga, dapat terealisasi dengan baik guna meningkatkan layanan transportasi massal.

Disampaikannya, penyediaan layanan BTS sendiri bertujuan mendorong masyarakat agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Sehingga, dapat memangkas pengaturan ruang jalan, ruang parkir, dan waktu.

Sebelumnya, layanan bus bersubsidi ini sudah terselenggara di lima kota sejak tahun lalu, yakni Solo, Palembang, Yogyakarta, Medan, dan Denpasar. Kemudian pada tahun ini direncanakan ada lima kota lagi yang bakal menyusul yaitu Bandung, Surabaya, Makassar, Banyumas, dan Banjarmasin (Banjarbakula).

Di sisi lain, Kabid Sarana Prasarana Transportasi pada Dinas Perhubungan Banjarbaru, Adi Suryanoor menuturkan, Pemko Banjarbaru sangat mendukung kehadiran BTS di Banua. "Pak wali kota meminta kami untuk mendukung program ini," tuturnya.

Dia menyebut, untuk mendukung BST pihaknya akan menyiapkan tujuh halte di Banjarbaru. "Halte nanti ada yang ditempatkan di Jalan A Yani dan Jalan Trikora," pungkasnya. (ris/ran/ema)