PELAIHARI - Pemkab Hulu Sungai Selatan (HSS) melakukan kunjungan kaji tiru ke Tanah Laut. Mereka tertarik mempelajari cara Tala menertibkan distribusi gas elpiji 3kg.

Bahkan, Pemkab Tala sudah punya beberapa regulasi untuk mengantisipasi adanya penjualan gas di atas harga eceran tertinggi (HET). "Kami memilih Kabupaten Tala untuk mempelajari cara mengatasi kelangkaan gas bersubsidi. Kami juga akan menertibkan warung-warung yang menjual gas dengan harga di atas HET," tutur Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemkab HSS, Syaifullah, Kamis (18/11).

Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan, Ahmad Hairin mengakui gas melon 3kg sudah menjadi masalah nasional. Namun, Pemkab Tala sudah terlebih dulu mengambil langkah inisiatif penanganan. Bahkan sudah ada beberapa daerah yang sudah uji tiru kepada Pemkab Tala, di antaranya Kabupaten Tapin serta Kota Palangka Raya. "Mereka meminta saran dan pendapat agar bisa menertibkan pendistribusian gas bersubsidi seperti yang sudah kami terapkan saat ini," ucap Hairin, mewakili Bupati Tala HM Sukamta.

Hairin mengatakan Pemkab Tala akan terus berusaha memperbaiki sistem dalam menangani gas bersubdisi. Supaya warga kurang mampu bisa mendapat haknya. "Pemerintah akan terus berusaha agar pendistribusian bisa berjalan lancar dan sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya," pungkas Hairin.(prokopim/sal/by/dye)