PASURUAN - Kabupaten Tanah Laut (Tala) akan mengundang investor pengolah jamur untuk berinvestasi di Kabupaten Tala. Potensinya sangat tinggi mengingat dari segi geografis dan cukup banyak tersedia media pengembangan jamurnya.

"Salah satu media yang sangat melimpah di Kabupaten Tala adalah kelapa sawit, jagung, kotoran ayam. Pastinya itu nanti dapat kita manfaatkan untuk menjadi media tanam budi daya jamur," ucap Bupati Tala HM Sukamta saat melakukan kunjungan ke pabrik pengolahan jamur berskala internasional, PT Eka Timur Raya (PT Etira) Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur, Kamis (18/11).

Sukamta mengatakan bahan-bahan yang tersedia di Tala dapat menjadi media tanam untuk budi daya jamur champignon (jamur kancing) dan jamur portabello. Menurutnya, potensi ini dapat dikembangkan di Tala dengan skala besar.

Pemkab Tala melakukan koordinasi dengan PT Etira agar perusahaan tersebut dapat dibangun di Tala. Diketahui, PT Etira adalah perusahaan pengembangan jamur champignon dan jamur portabello yang berhasil mengekspor budi dayanya di tengah pandemi Covid-19. PT Etira juga mengolah sendiri pupuk kompos untuk penyiapan media tanam dari limbah batang jagung, jerami, daun pucuk tebu, dan ampas tahu yang dapat memproduksi sebanyak 25 ton/hari.

Selain itu, PT Etira mengolah jamur sebagai produk kaleng dan beku yang kemudian dikemas sesuai dengan permintaan pasar yakni kemasan gelas, kaleng, atau pouch. (prokopim/sal/az/dye)