BATULICIN – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait analisis dan penyusunan konsep Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) kawasan perkotaan Simpang Empat – Batulicin, Kabupatem Tanah Bumbu di Hotel Ebony Batulicin, Rabu (17/11).

Tujuan penataan wilayah perkotaan Simpang Empat dan Batulicin adalah mewujudkan kawasan perkotaan sebagai pusat pemerintahan kabupaten, pusat perdagangan jasa, transportasi, pusat pelabuhan, pusat pariwisata terdepan di Kalsel, dan pendukung kawasan industri yang berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan juga dalam rangka penyusun peraturan kepala daerah terkait pelaksanaan RDTR pada kawasan perkotaan Simpang Empat dan Batulicin.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Tanah Bumbu Edy Rusdi mengatakan, kegiatan ini merupakan proses dari penyusunan dokumen RDTR perkotaan Simpang Empat – Batulicin .

“Kita berusaha menggali semua informasi dari sektoral masing-masing untuk diakomodir dalam penyusunan peraturan terkait RDTR perkotaan Simpang Empat – Batulicin,” kata Edy.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mahriyadi Noor menyampaikan, penyusunan RDTR dan KLHS ini merupakan prioritas dalam program pembangunan yang berkelanjutan. Karena melalui aturan ini, nantinya akan diatur zona zona perlindungan. Seperti zona hijau di wilayah bantaran Sungai Batulicin yang harus dipertahankan keberadaannya dalam menunjang keberadaan biodiversitas yang ada di dalamnya. Sehingga wilayah bantaran sungai tidak di intervensi oleh pembangunan karena menjadi zona hijau.

Serta pembangunan ruang terbuka hijau dan tata kelola air agar wilayah bisa terhindar dari banjir, baik dari pasang air laut maupun saat curah hujan tinggi.

Focus group discussion ini juga dihadiri konsultan Kementerian ATR BPN, Dinas Perkimtan, Dinas Lingkungan Hidup, DPMPTSP, perwakilan desa di Kecamatan Batulicin dan Simpang Empat, serta pihak terkait lain. (diskominfo/zal)