PARINGIN – Sudah hampir tiga tahun Pesona Dayak Meratus yang biasa rutin digelar di Desa Wisata Budaya Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan tidak lagi dihelat. Semenjak pandemi melanda.

Seiring dengan melandainya angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Balangan beberapa waktu belakangan, warga setempat berinisiatif untuk mengadakan pameran budaya dengan tajuk Bamula Welum, akhir pekan tadi.
Ketua Panitia Penyelenggara Bamula Welum, Dedi Ariyadi menuturkan, pameran budaya ini sebagai salah satu bentuk bermulanya berkegiatan sejak sekian lama vakum karena pandemi.

Sebagian isi dari kegiatan ini sendiri kata dia, merupakan kegiatan yang biasa dilaksanakan di Pesona Dayak Meratus, namun dengan versi sederhananya, hanya mengangkat permainan tradisional dan produk olahan kerajinan tangan dari warga Dayak Meratus di Halong.

“Diharapkan, dengan adanya pameran ini masyarakat khususnya generasi muda lebih mengenal budayanya sendiri, dengan mengenal inilah kita merasa ada kepedulian terhadap kebudayaan,” ujarnya.

Upaya masyarakat Kapul untuk mempromosikan budayanya ini, mendapat apresiasi khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan.

Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Balangan, Erwan Mega Karya Latif yang membuka acara, menyampaikan rasa bangga dan salut kepada warta di Desa Kapul karena mau mengadakan kegiatan ini.

“Kegiatan ini sebenarnya sangat penting karena di era sekarang ini banyak masuknya budaya-budaya luar lewat media sosial. Dengan ini kita dapat menyaring kembali, mempertahankan kearifan lokal masyarakat dan memperkenalkan budaya kita kepada publik”, ucap Erwan.

Ia berharap, kedepannya kegiatan ini tetap berlanjut dan tetap eksis serta lebih berperan aktif lagi. (why)