BANJARMASIN - Mobil BPK (Bantuan Pemadam Kebakaran) AES Nasution yang bermarkas di Kampung Gedang, terbalik di depan pos polisi Jalan Ahmad Yani kilometer dua, kemarin (21/11) sekitar jam 11 siang.

Insiden terjadi ketika mereka mengejar kebakaran di Jalan Kelayan A, Banjarmasin Tengah.

Unit itu ditumpangi tujuh orang. Tapi hanya satu yang berumur dewasa, yakni sang sopir. Selebihnya adalah remaja berusia pelajar, 14 sampai 17 tahun.

Seorang penumpang dilarikan ke IGD Rumah Sakit Ulin. Korban berinisial MS, usianya baru 15 tahun. Didampingi keluarga, lengannya tampak sudah diperban.

"Mungkin terkena pecahan kaca mobil. Lukanya dari lengan sampai bawah punggung," kata S, rekan korban.
Yang menarik, MS hanya mengenakan selembar sarung ketika mengejar kebakaran. Rupanya ia sangat terburu-buru.

BPK ini berangkat dari Gang Binjai Jalan AES Nasution. Dari Jalan Pierre Tendean, mereka memasuki Jalan Ahmad Yani melalui Jembatan Dewi.

Melaju kencang, sopir memilih memotong jalan. Langsung berbelok ke Jalan Kol Sugiono. Karena mengebut, mobil kehilangan kendali saat berbelok.

"Kami memotong jalan di pal satu. Saat banting setir, mobil terbalik. Kami semua terjungkal di dalam mobil," kisah S.

Selain MS, kawan-kawannya juga terluka, tapi tak separah MS. "Kalau sopirnya aman saja," ujarnya.

Sementara Toyota Kijang hitam yang ditumpangi, penyok dan ringsek parah.

Ketika Radar Banjarmasin mendatangi TKP, hanya tersisa pecahan kaca. Mobil itu sudah dievakuasi rekanan BPK lainnya.

Ketika dikonfirmasi, Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, AKP Gustaf Adolf Mamuaya belum memberikan komentar atas laka tunggal ini.

Perihal kebakaran itu, di Gang Sejiran dan Gang Sadar Jalan Kelayan A, terdatat 13 rumah menjadi arang.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah, Iptu I Gusti Ngurah Utama Putra mewakili Kapolsek Kompol Susilo mengungkap, diduga kebakaran dipicu korsleting listrik.

Dia juga memastikan tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

"Padat dan rapatnya permukiman, lalu bangunan rumah yang rata-rata dari kayu, ditambah sulitnya menjangkau sumber air, membuat api berkobar dengan cepat," jelasnya. (lan/fud)