TANJUNG - Hadirnya pasar agribisnis yang dibangun Pemerintah Kabupaten Tabalong di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong mendapat perhatian dari Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tabalong, Sabar Susilo.

Pasar dengan tujuan sebagai penyangga pangan ibu kota negara baru itu, diharapkan bisa menjadi angin segar bagi pengepul dan petani dalam jual beli. Namun, masih terkendala modal.

Ia menuturkan, masalahnya karena biasanya pengepul berutang kepada petani, sehingga tidak terjadi perputaran uang segera. Dengan demikian, dibutuhkan permodalan untuk pengepul. "Jadi bisa langsung membayar ke petani," ujarnya.

Masalah pembayaran secara langsung, ditegaskannya, menjadi unsur kepercayaan bagi petani dan pengepul untuk mengisi pasar tersebut. Jika tidak demikian, petani pun enggan untuk mengisi lapak pasar.

Mengenai hal itu, Pejabat Laksana Teknis (PLT) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabalong, Syam'ani menegaskan, akan mencari solusinya. "Nanti kami pikirkan," ujarnya.

Setidaknya, pengepul akan diberi permodalan dan dihubungkan dengan perbankan. Permasalahan pun sedikit tertuntaskan.

Hanya saja, apakah pihak pengepul akan menerima atau tidak terhadap tawaran itu. Dengan begitu, bisa memberikan kenyamanan bagi petani selaku penyedia barang.

Keberadaan pasar agribisnis di Desa Kembang Kuning sendiri baru sepekan terakhir dioperasionalkan. Sejumlah petani dan pengepul sudah mulai berdatangan mengisi lapak di sana. Namun belum begitu ramai. (ibn)