BATULICIN - Air menjadi kebutuhan mendasar dalam mengembangkan budidaya pertanian, termasuk di Tanah Bumbu. Di sisi lain, ancaman musibah banjir mengintai saban tahun. Tahun ini saja, sebanyak 92 desa tergenang banjir di 12 Kecamatan, dan lebih 20 ribu jiwa diungsikan.

Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI Abdul Malik Sadat Idris mengatakan, keinginan untuk bertani cukup tinggi di Tanah Bumbu. Sehingga, sangat memungkinkan untuk dibangun bendungan. Salah satu yang dicanangkan bakal dibangun adalah bendungan Sungai Kusan.

"Permasalahan banjir kebutuhan air bersih, maupun potensi irigasi di Tanah Bumbu ini sepertinya cukup prospek, memang harus segera ditangani," kata Abdul Malik usai menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar di ruang rapat Bappenas RI Jakarta Barat, Rabu (24/11).

Dia mendukung pembangunan bendungan Sungai Kusan, namun harus didiskusikan lebih lanjut bersama Kementerian PUPR. Potensi sumber daya air di Tanbu cukup besar, akan tetapi di satu sisi memiliki daya rusak besar yang harus bisa ditangani. "Nanti kami akan berkoordinasi lebih lanjut," kata Abdul Malik.

Menurutnya, kesiapan teknis tentu dibahas, karena membangun bendungan itu mulai sudah ada dialog dengan sertifikasi desain izin konstruksi, dan masalah lingkungan.

Kunker ini diikuti pula Sekda Tanbu DR H Ambo Sakka bersama Kepala Bappeda Andi Anwar Sadat, serta salah satu anggota DPRD Tanbu H Hasanuddin. (diskominfo/zal)