BANJARMASIN - Menteri Sosial, Tri Rismaharini menyebut ada 31 ribu PNS di Indonesia yang menerima bansos. Dengan 28 ribu orang di antaranya masih aktif bekerja.

Mereka menikmati bantuan bahan pangan pokok maupun uang tunai, sama seperti warga miskin.

Menyikapi temuan yang memalukan itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto menjamin tak ada PNS Pemko Banjarmasin yang menerima bansos.

Walaupun ia mengakui, pada awal dirinya menjabat sebagai kadinsos, ada bansos yang salah sasaran. Kejadiannya pada tahun 2019 lewat.

Dia menduga, yang bersangkutan masuk dalam data penerima bansos saat belum diangkat menjadi aparatur sipil negara.

"Mungkin waktu itu dia hanya seorang honorer. Lalu diangkat menjadi ASN setelah ada penerimaan CPNS. Tapi datanya belum diubah," jelasnya.

"Tapi setelah diangkat, datanya sudah dilaporkan dan dihapus. Kini yang bersangkutan sudah dikeluarkan dari daftar penerima bansos," tambahnya.

Iwan berjanji, hal serupa takkan terulang di kemudian hari. Dia meyakini, pemutakhiran data secara berkala akan membantu dinsos untuk mencegahnya.

"Saya yakin, tidak ada lagi ASN pemko yang menerima bansos. Kecuali yang dipakai pemerintah pusat adalah data terdahulu," tutupnya. (war/fud/ema)