BANJARBARU - Tahun depan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan mengerjakan sejumlah proyek pembangunan. Di antaranya, mengganti beberapa jembatan yang sudah rusak.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib mengatakan, ada empat jembatan yang akan mereka bangun pada tahun depan. "Dua jembatan kami ganti karena rusak diterjang banjir pada Februari tadi. Sedangkan dua lagi lantaran kondisinya sudah tua," katanya.

Disampaikannya, dua jembatan yang akan diganti karena rusak diterjang banjir sama-sama berada di Kabupaten Banjar. Yakni, Jembatan Mandingan di Desa Mandiangin dan Jembatan Aranaway di Desa Kiram Atas, Kecamatan Karang Intan.

Yasin menyebut, anggaran yang disiapkan untuk membangun Jembatan Mandiangin sebesar Rp4 miliar. Sedangkan Jembatan Aranaway, Rp15 miliar. "Jembatan Aranaway lebih besar, panjangnya 120 meter sehingga perlu anggaran lebih besar," sebutnya.

Sementara itu, dua jembatan lain yang juga akan dibangun pada tahun depan yaitu, Jembatan Banjang di perbatasan Amuntai, Hulu Sungai Utara dan Lampihong, Balangan. Serta Jembatan Loksado di Hulu Sungai Selatan.

Dia menuturkan, anggaran yang disiapkan untuk membangun Jembatan Banjang sebesar Rp6 miliar. Sementara Jembatan Loksado sekitar Rp7 miliar. "Sehingga, untuk pembangunan empat jembatan kami menyiapkan anggaran Rp32 miliar," tuturnya.

Lebih lanjut Yasin menyampaikan, selain membangun jembatan, pihaknya tahun depan juga akan melanjutkan sejumlah pembangunan jalan. Salah satunya jalan menuju Kubah Datu Kalampayan di Astambul, Kabupaten Banjar.

Diungkapkannya, untuk melanjutkan pembangunan jalan tersebut pihaknya menyiapkan anggaran Rp10 miliar. "Dengan anggaran sebesar itu kita bisa mengerjakan jalan sekitar 1 kilo meter," ungkapnya.

Dengan begitu kata dia, jalan nantinya sudah terbangun sekitar 3 kilo meter. Sebab, tahun ini sudah dikerjakan 2 kilo meter. "Total panjangnya 6 kilo meter, jadi sisanya 3 kilo meter lagi yang belum dibangun," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira, menuturkan, tahun depan memang akan dilakukan sejumlah pembangunan jalan dan jembatan agar ekonomi berjalan dengan baik.

Jalan lain yang akan dilanjutkan pembangunannya pada tahun depan ujar dia, jalan Banjarbaru-Batulicin. "Kalau jalan ini selesai, maka kawasan strategis nasional Banjarbakula bisa terhubung dengan kawasan Industri Batulicin," ucapnya.

Dimulai secara bertahap sejak 2016, hingga kini proyek jalan Banjarbaru - Batulicin masih berjalan. Besarnya anggaran yang diperlukan di tengah pandemi Covid-19, membuat Pemprov Kalsel tidak bisa merampungkan pembangunan jalan sepanjang 125 kilometer ini dengan cepat. (ris/by/ran)