BANJARBARU - Harga komoditas sawit di Banua dalam beberapa bulan terakhir terus meningkat. Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel mencatat, harga Tandan Buah Sawit (TBS) pada November 2021 ini kembali naik.

Rata-rata kenaikan harga TBS sekitar 20 persen. Harga terendah untuk umur tanaman 3 tahun sekarang menjadi Rp2.007,64 dan harga tertinggi Rp2.786,10 untuk umur 13 tahun.

Meningkatnya harga komoditas sawit ternyata langsung membuat kesejahteraan para petani meningkat. Hal itu ditandai dengan banyaknya petani sawit yang membeli mobil baru, baik kontan maupun kredit.

Hal itu disampaikan Branch Manager PT Wira Megah Profitamas, Toyota Banjarbaru, Hansye Eduard Pantow. "Memang ketika harga sawit meningkat, orderan mobil dari masyarakat sawitan mulai ramai," ucapnya.

Dia mengungkapkan, petani dan pengusaha sawit yang membeli mobil di dealer Toyota Banjarbaru dari beberapa kabupaten. "Ada dari Tanah Bumbu, Tanah Laut, Barito Kuala dan Kotabaru," ungkapnya.

Khusus untuk pengusaha sawit, Hansye menyebut, kebanyakan membeli mobil untuk menunjang pekerjaan. Seperti pikap dan dobel kabin. "Kalau masyarakat pemilik petak kebun beberapa hektare, ada yang ambil mobil passenger. Mulai Agya, Calya, Avanza, Rush, Innova bahkan Fortuner juga ada," sebutnya.

Menurutnya, ada banyak faktor yang membuat penjualan mobil mulai meningkat di samping naiknya harga sejumlah komoditas seperti sawit. "Salah satunya, turunnya level PPKM sangat membuka peluang usaha atau ekonomi menggeliat," ujarnya.

Selain itu kata dia, adanya keringanan Pajak PPNBM di sektor otomotif juga membuat penjualan mobil tahun ini meningkat. "Karena harga jadi lebih murah," katanya.

Kemudian, kran kredit yang dibuka dan keringanan DP serta bunga yang kompetitif juga memicu pembeli mobil dibanding tahun sebelumnya. "Program vaksinasi menyeluruh juga membuat harapan besar akan herd immunity tercapai, sehingga berdampak positif ke pemulihan ekonomi," jelasnya.

Sementara itu, selain Toyota, mobil Mitsubishi juga ternyata ramai dibeli petani sawit. Hal itu diutarakan Hanifa dari Sales Manager (SM) Barito Berlian Motor. "Customer sawit ada juga beli mobil di Mitsubishi," paparnya.

Bukan hanya petani atau pengusaha sawit, dia menuturkan, pembeli dari sektor tambang, serta dari pedagang dan pegawai juga meningkat.

Kembali ke harga sawit, selain harga TBS, berdasarkan hasil perhitungan rapat TBS yang disampaikan Muhammad Rusli selaku Kelapa Bidang Penyuluhan, Pengolahan dan Pemasaran pada Disbunnak, Kalsel telah disepakati harga CPO juga naik.

"Harga CPO bulan November naik menjadi Rp12.864,50, Inti Sawit mengalami kenaikan menjadi Rp6.787,88, Nilai Indeks juga mengalami kenaikan menjadi 89.59 persen," urai M Rusli. (ris/by/ran)