BANJARBARU - Pasca isu negatif menerpa institusinya. Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid membantah tegas isu yang menyebutkan jika ada oknum polisi menyuplai miras di kafe D'Legend Trikora Banjarbaru.

Isu ini sendiri mencuat usai pengelola kafe yang digerebek Wali Kota dan unsur Forkopimda Banjarbaru berucap jika miras yang ditemukan aparat merupakan suplai dari oknum.

Saat itu, Kapolres bereaksi jika ia akan segera melakukan penyelidikan. Kemarin, ia menegaskan bahwa setelah dilakukan sejumlah pemeriksaan, statement tersebut tak benar adanya.

Vera yang merupakan pengelola kafe pasti Kapolres sudah dipanggil tak lama usai pernyataan itu menyeruak. Teranyar, pengelola klaim Kapolres tak bisa menyebutkan siapa oknum yang dimaksud sebagai penyuplai miras tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan terkait siapa nama oknum anggota itu, ternyata tidak ada nama anggota dan Vera selaku pengelola tidak menyebut namanya siapa," beber Kapolres.

Selain dari pernyataan pengelola ketika dipanggil, secara internal Kapolres juga mengklaim sudah melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ia kembali membantah ada anggotanya yang terlibat.

"Tidak ada anggota kita yang menyuplai di tempat hiburan. Kalaupun ada informasi baru, kita akan cek lagi dan telusuri. Jika ada anggota yang membekingi juga akan kita tindak sidang disiplin," janjinya.

Kapolres sendiri mengaku tak mendengar statement Vera ketika razia soal keterlibatan oknum tersebut. Sebab saat itu, ia bercerita sedang berada di lantai yang berbeda dengan posisi pengelola.

Sehingga runut Kapolres, ungkapan itu hanya didengar oleh awak media yang turut meliput sidak. "Saya tidak mendengar langsung. Pernyataan itu kan didengar kawan-kawan wartawan di lapangan langsung."

Sebagai komitmennya memberantas peredaran miras di Banjarbaru termasuk memastikan tidak ada keterlibatan oknum. Sebagai pimpinan di Polres Banjarbaru, ia memastikan akan menggelar razia intens.

"Kita akan tindak tegas jika ada terbukti. Setelah (sidak) itu pun, kita juga minta anggota untuk melanjutkan pemeriksaan lanjutan di lapangan," tuntasnya.

Sebagai pengingat, Wali Kota dan unsur Forkopimda Banjarbaru melakukan sidak ke kafe-kafe. D'Legend yang beralamat di Trikora kedapatan melanggar. Selain batas jam operasional dan izin tak sesuai, di kafe ini turut dipergoki empat botol miras.

Menariknya, saat itu pengelola kafe berujar jika miras itu disuplai oleh oknum polisi. Tak ayal isu ini pun jadi atensi banyak pihak. Mengingat, miras sendiri dilarang beredar di wilayah Kota Banjarbaru.

Saat ini, kafe D'Legend yang juga kedapatan memainkan musik DJ (Disc Jockey) dan layaknya diskotik mini telah disanksi tegas. Kafe ini mendapat SP2 dan disegel tutup sementara selama satu bulan.

Disorot Dewan

Temuan Wali Kota Banjarbaru soal ada kafe yang melanggar dan tak sesuai perizinannya memantik reaksi keras oleh ranah legislatif. Sebab temuan ini dinilai jadi cerminan bagaimana belum optimalnya pengawasan oleh dinas terkait.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ahmad Nur Irsan Finazli menyatakan jika hal seperti ini harus ditindak tegas. Terlebih katanya adanya temuan pelanggaran Perda seperti miras hingga izin yang tak peruntukannya.

"Soal ada ditemukan miras, maka tolong telisik kebenarannya dulu, tindak saja sesuai aturan yang berlaku, seadil-adilnya tidak boleh pandang bulu," pesannya.

Legislator PKS ini turut mengomentari soal adanya isu yang menyebut penyuplai miras datang dari kalangan aparat, hal ini jelas bagi Irsan harus ditindak dengan serius.

"Tentunya semoga Banjarbaru semakin berkah ketika tiada kemaksiatan yang merebak di Kota Agamais ini," ujarnya.

Menurut Irsan, temuan ini harus jadi refleksi serius bagi semua yang punya wewenang. Sebab baginya, Banjarbaru ini menyandang gelar Kota Berkarakter, yang saat ini menjelma menjadi Agamais sesuai visi misi kepala daerah.

"Lanjutkan membina pelaku usaha agar semakin maju berkembang, jika ada pelanggaran harus ditindak tegas. Namun jika berprestasi dan taat aturan maka beri apresiasi," sarannya.

Tak lupa, Irsan juga meminta agar Pemko melalui dinas terkait melakukan pengawasan ketat terhadap usaha kafe-kafe atau tempat hiburan. Ia pun meminta agar yang melanggar berulang ditutup permanen.

"Supaya ada efek jera bagi pelanggar dan jadi perhatian bagi pelaku usaha yang lain agar menaati aturan. Kan sebelum mendirikan usaha kafe dan lainnya, tentu sudah mengetahui syarat-syarat yang diperlukan untuk mendapatkan izin resmi, apa yang menjadi hak dan kewajiban serta aturan mainnya," ingatnya.

Sementara, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin ketika dikonfirmasi ia akan bersikap dan bertindak tegas terhadap usaha yang melanggar. SP2 yang keluar untuk kafe D'Legend klaim Aditya sebagai bukti ketegasan Pemko terhadap penegakan aturan.

"Kami sudah sampaikan bahwa ini sudah surat peringatan kedua, jadi apabila ada pelanggaran sekali lagi maka izinnya kami pastikan dicabut," ingat Wali Kota yang juga menyatakan ini berlaku untuk seluruh usaha yang ada di Banjarbaru.

Ia pun juga sudah menginstruksikan kepada pengelola kafe D'Legend untuk segera berbenah. "Kami memberikan waktu kepada pelaku usaha untuk mengembalikan tempat usahanya sesuai dengan perizinan yang dimiliki," tutupnya. (rvn/ij/bin)