BANJARMASIN - Belum resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalsel, Ibnu Sina sudah dirundung isu.

Ibnu dikabarkan hendak merangkul mantan kader yang pernah membelot dari partai untuk masuk ke dalam kepengurusannya.

Ini mengacu pada konflik internal partai yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara. Di sana, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko diangkat sebagai ketua umum yang baru.

Kisruh itu berakhir ketika Menko Polhukam, Mahfud MD menolak mengesahkan kepengurusan baru. Posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketum pun aman.

Nah, Ibnu dikabarkan bakal merekrut kader pendukung KLB Deli Serdang.

Ketika dikonfirmasi, Ibnu tak membantahnya. Tapi ia menegaskan sedang menunggu arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Kader yang kemarin terlibat dalam KLB, kami pastikan takkan mudah untuk direkrut kembali. Karena dianggap terlibat upaya makar terhadap partai," jelasnya, kemarin (25/11) petang di Balai Kota.

Lebih-lebih ia memerlukan izin dari ketum AHY. "Garis partai itu tegak lurus ke pusat. Kalau dibolehkan, iya. Kalau tidak dibolehkan, ya tidak," tegasnya.

Menurutnya, dari wajah-wajah lama itu, pasti ada yang masih loyal dan bisa dilibatkan di kepengurusan yang hendak dibentuknya.

"Bahkan, saya meminta kepada para senior, baik pendiri atau pendeklarasi. Semua kami tanya, kira-kira siapa saja yang bisa diajak gabung lagi," kisahnya.

"Tentu juga ada kader-kader baru yang akan dimasukkan," tutupnya.

Ibnu saat ini menjabat Wali Kota Banjarmasin untuk periode 2021-2024. Setelah hengkang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mantan anggota DPRD Kalsel itu bergabung ke Demokrat pada awal tahun tadi.

Dalam musyawarah daerah (musda) kemarin, Ibnu mendapat dukungan dari cabang-cabang partai di kabupaten dan kota. Dia kemudian maju dan mengalahkan calon petahana, Rusian. (war/fud)