BANJARMASIN - Panitia perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) sebenarnya tak perlu meminta-minta. Karena anggarannya sudah dialokasikan di Dinas Kesehatan Banjarmasin.

Nyatanya, Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi mengaku panitianya tak memiliki anggaran untuk merayakan HKN ke-57 yang jatuh pada 12 November kemarin.

Pernyataan Machli kemudian dibantah oleh Kepala Bidang Anggaran di Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin, Edy Wibowo.

Kemarin (25/11) ia membeberkan, perayaan HKN sudah dianggarkan pemko sebesar Rp27,5 juta. Peruntukannya untuk konsumsi acara, makan dan minum panitia dan tamu.

Setahu Edy pula, Dinkes telah menyisihkan anggaran untuk pembuatan baju HKN. Tapi belakangan, dalam pembahasan APBD Perubahan, anggaran itu justru dihapuskan.

"Jadi yang tertinggal hanya Rp27,5 juta untuk makan dan minum selama kegiatan," ujarnya di Balai Kota.

Mengapa dihapuskan, Edy mengaku tak berhak menjawabnya. "Kami tak tahu, yang tahu jelas dinas terkait. Jadi langsung tanyakan ke sana saja," sarannya.

Lebih jauh, Dinkes mendapat alokasi Rp350 juta. Khusus untuk membiayai acara-acaranya selama setahun.

"Ada beberapa kegiatan, ada HKN dan lainnya," sebutnya.

"Soal pencairannya, saya belum tahu persis. Tapi yang jelas, memang ada permintaan pencairan untuk membayar makan dan minum pada acara HKN kemarin," jelasnya.

Ketika dihubungi Radar Banjarmasin, Machli enggan berkomentar.

Panitia pelaksana HKN menyebar surat edaran (belakangan disebut proposal) ke rumah sakit, klinik, puskesmas, laboratorium, apotek dan toko obat di Banjarmasin.

Surat itu diteken oleh Machli. Di depan Komisi IV DPRD Banjarmasin, Machli mengaku heran mengapa tanda tangannya bisa muncul di sana.

Dalam surat itu dijelaskan, perlunya penghargaan kepada pejuang pandemi dan pejuang vaksinasi. Iuran yang terkumpul akan diberikan kepada para tenaga kesehatan tersebut.

Masalahnya, sumbangan dipatok angka minimal. Dari Rp25 juta sampai Rp100 ribu. Hingga panitia berhasil mengumpulkan Rp236 juta.

Selain Machli, ketua panitia Yanuardiansyah dan Direktur Rumah Sakit Sultan Suriansyah, dr Syaukani telah dipanggil dan diperiksa Kejaksaan Negeri Banjarmasin. (war/fud)