BANJARBARU - Sejak pandemi merebak, Pemko Banjarbaru sudah menggelontorkan anggaran puluhan miliar rupiah. Mulai dari penanggulangan hingga anggaran untuk dukungan vaksinasi terbaru.

Untuk sektor bidang kesehatan di tahun 2021 saja, Pemko setidaknya menyiapkan Rp45 miliar. Khusus dukungan vaksinasi dianggarkan 4 miliar. Sudah 2,4 miliar digunakan dan tersisa 1,6 miliar hingga akhir tahun.

Memasuki penghujung tahun 2021, cakupan vaksinasi di Banjarbaru nyari 70 persen. Hal ini sesuai dengan acuan pusat untuk target awal menciptakan Herd Immunity.

Kendati nanti target herd immunity bisa dicapai. Faktanya pandemi tentunya tak benar-benar hilang. Atau minimal tak langsung instan musnah. Penularan tentu masih berpotensi besar terjadi. Apalagi ada prediksi gelombang ketiga bisa saja terjadi.

Karena anggaran penanggulangan pandemi yang digelontorkan Pemko bersifat periodik, artinya hanya sampai akhir tahun. Maka di tahun 2022 tentu Pemko mau tak mau juga harus bersiap secara anggaran.

Musabab, pandemi belum sepenuhnya lenyap meski target vaksinasi bisa dikejar.

Menurut pihak Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru, Jainuddin. Bahwa Pemko sudah menyiapkan skema anggaran khusus penanggulangan pandemi untuk tahun 2022.

Pola atau skema anggaran ini ujar Jainuddi diambil dari dana darurat atau kerap disebut dana BTT (Belanja Tidak Terduga). Nominal juga cukup besar, mencapai belasan miliar rupiah.

"Untuk tahun depan kita menyiapkan anggarannya di BTT. Ini seperti dana darurat. Untuk sekarang total BTT yang kita siapkan sekitar 15 miliar rupiah," kata Jainuddin.

Angka tersebut kata Jainuddin bisa dialokasikan untuk keperluan darurat terkait Covid-19. Termasuk jika nanti untuk kebutuhan dukungan percepatan vaksinasi apabila diinstruksikan pemerintah pusat.

"Kita belum tau ya apakah setelah target 70 persen tercapai ini akan ada dukungan vaksinasi lagi, ini bukan wewenang kami, tapi pusat. Tapi jika memang ada dukungan vaksinasi lagi di 2022, kita siap," tegasnya.

Berkaca dengan kesiapan anggaran dalam penanggulangan pagebluk kurang lebih satu tahun ke belakang. Jainuddin optimistis bahwa dari sisi anggaran, Pemko Banjarbaru siap.

Hal ini kata Tajuddin ditegaskan dengan adanya beberapa kali kegiatan refocusing anggaran. Yang mana refocusing klaimnya tetap beracuan kepada optimalisasi atau efisiensi dari anggaran yang dipakai.

"Misalnya untuk anggaran dukungan vaksinasi kita Alhamdulillah masih cukup hingga bulan November, bahkan tersisa sekitar 1,6 miliar dengan capaian sudah mendekati 70 persen," tutupnya. (rvn/ij/bin)