AMUNTAI - Akses jalan raya menuju Kota Paringin, Kabupaten Balangan melalui Kota Amuntai di Kabupaten Hulu Sungai Utara, terganggu. Penyebabnya, meluapnya air Sungai Balangan di Desa Kalintamui, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, Minggu (29/11).

Ketinggian air di jalan poros tersebut bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga 50 sentimeter, atau selutut orang dewasa. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan, baik roda dua maupun roda empat terganggu.

Kapolres HSU, AKBP Afri Darmawan SIK, melalui Kapolsek Banjang, Ipda Abdurrahman, yang terjun langsung ke lokasi banjir di Desa Kalintamui mengatakan, air ini sudah meluap dua kali dalam dua pekan ini. Pada kejadian sebelumnya, air luapan masih di kisaran 10-20 sentimeter, tapi luapan pekan ini sudah selutut orang dewasa.

"Upaya kami mengimbau warga untuk menyelamatkan harta dan berkas penting, jika sewaktu-waktu air meninggi. Termasuk mematikan aliran listrik," kata Ipda Abdurrahman.

Untuk pengendara roda dua, khususnya yang takut melalui jalan yang tergenang air dan berarus deras, dibantu relawan setempat dengan menyediakan gerobak dorong untuk mengangkut warga dan kendaraannya menuju jalan yang tidak tergenang air.

Kejadian terendam juga terjadi di Desa Tangkawang, Kecamatan Haur Gading. Di sana jalan desa yang tepat berada di tepi aliran Sungai Haur Gading juga meluap. Bahkan sudah samapai merendam halaman dan lantai rumah warga.

Selanjutnya, Jalan Pasar Senin, Kecamatan Amuntai Tengah, yang merupakan jalan trans Kalimantan, juga tergenang setinggi 20 sentimeter. Genangan ini merupakan luapan Sungai Negara yang membelah Kota Amuntai.

Sementara itu, Kepala BPBD HSU, Sugeng Riyadi mengatakan, untuk status HSU, masih Siaga belum masuk tanggap darurat.

"Koordinasi dengan aparat desa, kecamatan dan tim pemantau BPBD juga disebar untuk menginfokan ketinggian air secara berkala. Sementara belum tanggap darurat. Masih siaga," jawabnya. (mar)