BANJARMASIN - Calon jemaah umrah tak perlu lagi risau dengan persyaratan booster vaksin Covid-19. Kementerian Agama menyebut, persyaratan booster kini tak ada lagi.

Tak hanya diperbolehkan tanpa booster, calon jemaah umrah asal Indonesia juga sudah diperbolehkan masuk ke Arab Saudi tanpa perlu melalui negara ke-3.

“Semoga ini menjadi kabar baik buat jemaah umrah Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021 dan bisa segera mengobati kerinduannya untuk ke Tanah Suci," ucap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief memastikan penerbangan dari tanah air sudah bisa langsung ke Arab Saudi tanpa harus transit ke negara ketiga, berlaku pula untuk penerbangan jemaah umrah.

Namun demikian sebutnya, bukan berarti keberangkatan jemaah umrah bisa langsung dilakukan pada 1 Desember 2021. Pasalnya, masih ada proses persiapan yang harus dilakukan, antara lain terkait pendataan jemaah, paket layanan, dan pengurusan visa.

"Saya dan tim Konsul Haji KJRI Jeddah dijadwalkan hari ini (kemarin) membahas dan mendiskusikan skenario penyelenggaraan umrah bersama Kementerian Haji dan Umrah Saudi,” katanya.

Pihaknya dalam pertemuan itu akan memaparkan kesiapan Indonesia dan skenario pemberangkatan jemaah umrah di masa pandemi. Skenario tersebut antara lain berkenaan dengan one gate policy (kebijakan satu pintu), skema karantina, validasi sertifikat vaksin dan hasil PCR, manasik umrah di masa pandemi, serta lainnya.

“Dengan Kemenhaj Saudi, kita juga akan bahas skema dan durasi waktu karantina di Saudi, proses pengurusan visa, paket layanan, termasuk jadwal pergerakan dan masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci,” jelasnya sembari berharap skenario ini bisa segera disepakati sehingga dapat menjadi panduan bagi pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), dan juga jemaah umrah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel, Muhammad Tambrin menyambut baik pengumuman Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) ini.

Ia berpesan kepada masyarakat calon jamaah umrah asal Banua yang tentu sudah sangat menanti-nanti kabar gembira ini, untuk mempersiapkan kembali kelengkapan administrasi, vaksin dan protokol kesehatan sebagaimana panduan dari Kementerian Kesehatan. “Sembari kita tunggu info terbaru dari Dirjen PHU. Semoga mendapat umrah yang maqbul,” ucapnya kemarin.

Mendengar kabar tak perlu vaksin booster, Rahayu, salah seorang calon jemaah umrah yang gagal berangkat lalu begitu senang. Pasalnya, dia tak perlu lagi divaksin untuk ketigakalinya dengan vaksin yang direkomendasikan Arab Saudi. “Alhamdulillah Sinovac sudah mendapat rekomendasi. Saya sudah dua kali divaksin,” kata Ayu kemarin. (mof/by/ran)