BANJARMASIN - Mengajak putrinya yang baru berumur tiga tahun, ibu hamil ini mengutil di sebuah minimarket di Jalan Veteran, Banjarmasin Timur.

Kejadiannya pada Minggu (28/11) malam sekitar pukul 20.30 Wita.

Pelaku adalah Fajriah, warga Jalan Pekapuran Raya, Banjarmasin Timur.

Karyawan ritel, Hadri sudah curiga sejak awal kedatangan Fajriah. Ia datang bersama pria tua yang disebutnya sebagai tukang ojek.

Menyadari sedang diperhatikan, Fajriah buru-buru menuju meja kasir.

"Cuma dua barang yang dibayar, es krim dan susu formula. Kami tanyai, malah panik. Kami tahan, ia berontak dan menarik perhatian pengunjung," kisah Hadri.

Ketika diperiksa, ternyata ditemukan banyak barang curian di dalam tas putrinya.

"Dalihnya adalah barang belanjaan titipan dari temannya. Tapi setelah kami cek barang-barang di rak, memang banyak yang hilang," tambahnya.

Sementara tukang ojek yang menunggunya di luar, langsung tancap gas.

Di tengah keributan itulah muncul seorang pria. Memaki-maki dan memukul pelaku. Mengalihkan perhatian karyawan dan pengunjung ritel.

"Ketika kami sedang berusaha menenangkan pria ini, perempuan itu hampir kabur," ujarnya.

Diduga, pria ini suami pelaku. Karena di ponsel Fajriah, tersimpan foto pria tersebut.

"Cirinya bertato, persis dengan foto di hapenya. Ketika ia mengamuk, ia membawa pisau. Pria ini kabur saat hendak diamankan warga," tambahnya.

Rupanya, ini bukan aksi yang pertama. Ia juga mengutil di ritel di Jalan Pangeran Hidayatullah.

"Iya, barusan ia masuk ke toko kami," kata seorang karyawan ritel yang bekerja di kawasan Benua Anyar.

Beberapa hari yang lewat, beberapa barang juga hilang. Akhirnya, para karyawan yang disuruh manajemen untuk mengganti kerugian tersebut.

"Ada rekaman CCTV-nya. Dia memasukkan barang curian ke dalam tas anaknya," tambahnya.

Dalam situasi terpojok, Fajriah tetap menolak disebut pencuri. Baru ketika anggota Polsek Banjarmasin Timur datang ia mengaku.

"Ampuni saya, pak!" serunya.

Dalam pengakuannya, ia sedang hamil enam bulan. Sementara suaminya bekerja di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

"Sebelum kemari (Jalan Veteran), saya mengambil (mencuri) di Benua Anyar," akunya.

Fajriah kemudian digiring ke mapolsek bersama barang bukti seperti sabun, pelembab wajah, make up dan sejenisnya. (lan/fud)