BANJARBARU - Digenjot dengan beberapa kegiatan dan inovasi. Tepat Selasa (30/11) siang kemarin, capaian cakupan vaksinasi di Kota Banjarbaru sudah tembus 70 persen untuk dosis pertama.

Capaian ini tercatat menyentuh target persentase sekitar pukul 13.30 Wita. Tentunya, progres ini menjadikan Kota Banjarbaru jadi daerah pertama yang berhasil melaksanakan vaksinasi sebanyak 70 persen di Kalsel.

Target cakupan vaksinasi 70 persen sendiri diinstruksikan pemerintah pusat sebelum akhir tahun. Ini sebagai upaya menciptakan Herd Immunity dalam memutus rantai penularan Covid-19.

Selain mampu mengekar target satu bulan sebelum ambang batas yang diinstruksikan pusat yakni bulan Desember 2021. Banjarbaru juga sukses menepati komitmennya untuk merampungkan cakupan vaksinasi 70 persen di bulan November 2021.

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin menegaskan jika keberhasilan ini merupakan kerja keras semua pihak. Yang mana sedari awal, seluruh pihak termasuk elemen masyarakat ujarnya bersepakat dalam mengupayakan progres vaksinasi.

"Jadi kami sampaikan, Alhamdulillah pada siang hari ini (kemarin), untuk cakupan vaksinasi Kota Banjarbaru ini sudah melewati target 70 persen," kata Wali Kota kemarin.

Dengan capaian ini, Aditya juga menyebut bahwa Kota Banjarbaru sudah melampaui target nasional. Yang saat ini cakupan persentase vaksinasi nasional masih di angka 66 persen.

"Ini juga melampaui dari target pemerintah pusat yang memberikan target kepada seluruh kab/kota dan provinsi di Indonesia bisa mencapai cakupan 70 persen di bulan Desember. Alhamdulillah kita di akhir November sudah tercapai," katanya.

Capaian ini bagi Wali Kota merupakan hasil dari segala macam upaya dan berbagai inovasi yang dikerahkan sejauh ini. Mulai dari layanan vaksinasi rutin di tiap-tiap fasilitas layanan kesehatan hingga dengan metode menjemput bola ke warga. 

Misalnya katanya, bahwa kini Banjarbaru membuka 23 titik atau sentra layanan vaksinasi yang rutin. Mulai dari puskesmas, klinik, rumah sakit hingga di Bapelkes Banjarbaru

"Kita juga ada layanan bus vaksinasi keliling, ini agar warga bisa mendapatkan layanan vaksinasi lebih dekat dan mudah. Bahkan setiap akhir pekan kita buka layanan bus ini di Lapangan Murjani," tegasnya.

Jika merujuk pada data pembaharuan terakhir pada siang kemarin, soal capaian vaksinasi di Banjarbaru. Total warga yang sudah divaksin dosis pertama terang Aditya berjumlah 136.855 orang atau setara 70,14 persen.

"Untuk capaian dosis kedua kita hanya selisih (dari dosis satu) sekitar 13 persen. Yang mana capaian dosis kedua sudah di angka 57,04 persen atau setara 111.385 orang yang sudah disuntik dosis lengkap," bebernya.

Kendati sudah meraih target, Aditya menegaskan jika hal ini bukan berarti titik akhir dalam upaya menanggulangi pagebluk. Prokes ketat saat beraktivitas ingatnya masih harus digalakkan.

"Vaksinasi tetap berlanjut, begitu juga dengan segala layanan yang kita buka. Jadi bagi masyarakat yang belum vaksin lengkap atau belum sama sekali, kita dorong untuk ikut vaksinasi," tuntasnya. 

Sebagai gambaran, saat ini sisa stok vaksin di Kota Banjarbaru sekitar 30 ribu dosis. Meski begitu, stok ini bisa saja ditambah sesuai dengan permintaan apabila stok yang tersedia sudah habis sedangkan penerima vaksin masih ada. 

Pemko Bersiap Sambut Target 2022

Target awal cakupan vaksinasi 70 persen memang sudah dikantongi. Tapi, Pemko menegaskan jika vaksinasi tetap dilanjutkan, setidaknya hingga akhir Desember 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza memastikan vaksinasi tetap digarap. Bahkan ia menjamin tak ada yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya.

"Setidaknya sampai bulan Desember kita harus maksimalkan dan berupaya keras melakukan vaksinasi. Dan juga, prokes tetap dijalankan dengan disiplin," ujarnya.

Ke depannya, di tahun 2022 pemerintah pusat kata Rizana akan memberikan target teranyar soal vaksinasi. Target ini yakni vaksinasi untuk anak kelompok usia 12 tahun ke bawah.

"Tahun 2022 kita akan ada target baru, ini kita harus bersiap. Salah satu target utamanya adalah untuk adik-adik kita yang usianya 12 tahun ke bawah," tegasnya.

Target ini kemungkinan besar kata Rizana dimulai di bulan Januari atau Februari 2022. Di Banjarbaru, target anak-anak usia 12 tahun ke bawah pastinya penting. 

"Karena di Banjarbaru angkanya (jumlah) anak dengan kelompok usia 12 tahun ke bawah cukup banyak. Makanya kita juga harus bersiap untuk ini, dan Insya Allah kita siap," tambahnya.

Selain menaruh atensi untuk anak-anak, kelompok Lansia kata Rizana juga tak kalah penting. Sebab, kelompok lansia punya level risiko yang lebih tinggi ketika tertular virus.

"Maka dari itu, jika ada keluarga atau kerabat yang usianya masuk kategori Lansia untuk bisa diajak vaksin. Dampingi mereka, karena salah satu kendalanya selama ini kelompok lansia ini cukup kesusahan menuju titik layanan vaksinasi," ungkapnya.

Diingatkannya lagi, meski sudah mencapai target 70 persen, keberadaan virus corona bukan berarti hilang. Virus ini pastinya masih ada dan berpotensi menularkan.

"Virusnya masih ada. Makanya seperti saya ingatkan tadi, kita tetap harus disiplin menjalankan prokes. Vaksinasi ini yang jelas meminimalisir kita dari risiko tinggi dan bisa mencegah penularan," pesannya.

Lantas apakah Kota Banjarbaru sudah bisa dikatakan terbentuk Herd Immunity atas capaian ini? Rizana menjawab jika secara teoritis dari para pakar, cakupan tersebut memang sudah cukup untuk membentuk kekebalan imun.

"Pada intinya, semakin banyak yang divaksin maka semakin terlindungi masyarakat kita. Kita tidak tahu kan virus ini bermutasi dan ada varian-varian baru. Nah mudah-mudahan dengan kita vaksin ini dapat menangkal risikonya," pungkasnya. (rvn/mat/ema)