Menjadi anggota TNI bukan melulu soal senjata. Babinsa Koramil -05/Karang Intan Sersan Mayor M Noviansyah misalnya, dirinya sukses menjadi pembudidaya ikan dengan keuntungan ratusan juta per bulan.

- Oleh: SUTRISNO, Martapura

Di tempat pembibitan ikannya di Desa Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Sersan Mayor M Noviansyah, kemarin (30/11) tampak menaburkan pakan di beberapa aquarium yang berjejer di sekelilingnya.

Dengan ramah Babinsa Koramil -05/Karang Intan tersebut menerima kunjungan wartawan koran ini yang ingin melihat bagaimana perkembangan usaha budidaya ikannya.

Dia bersyukur, usaha yang diberinya nama "Barokah" tersebut kini berkembang pesat. Setiap bulan, dirinya mampu meraup untung ratusan juta rupiah hasil dari penjualan ikan patin dan nila. "Padahal dulu modalnya cuma Rp30 juta," kenangnya.

Babinsa di bawah jajaran Kodim 1006/Banjar ini menceritakan, dirinya bersama Plh. Danramil Karang Intan Kapten Caj Imanuddinor dibantu rekan kerjanya merintis usaha pembibitan ikan patin dan nila sejak dua tahun lalu.

Noviansyah menuturkan, mereka mulai berminat menjadi pembudidaya setelah menerima pembekalan bersama rekan Babinsa lainnya di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Kabupaten Banjar pada 2020. "Empat hari usai mengikuti PKL, saya terus belajar dan mencoba praktek sendiri didampingi petugas BPBAT," tuturnya.

Pada tahun yang sama, dirinya langsung mulai membangun usaha pembibitan ikan patin dan nila dengan modal awal Rp30 juta. "Sebenarnya jarang yang berhasil. Tapi tetap saya coba," paparnya.

Pada awal merintis usaha pembibitan ikan air tawar, dia menyampaikan, selain membuat tempat budidaya sendiri, dirinya juga meminjam milik masyarakat. "Kami juga sempat bergonti-ganti komoditas mulai dari lele hingga patin," ucapnya.

Pada akhirnya komoditas ikan patin menjadi pilihan mantap hingga sekarang. Kini areal pembibitan miliknya sudah seluas 4 hektare persegi dan dua bangunan berisi 100 aquarium.

Menurutnya, usaha pembibitan ikan patin cukup mudah jika dibekali dengan ilmu dan pengalaman yang cukup. "Karena bisa menggunakan wadah aquarium di dalam ruangan," ujarnya.

Untuk proses perkawinan kata dia, biasanya jumlah indukan ikan patin diperlukan 80 ekor betina dan 15 ekor jantan. “Satu jantan minimal bisa membuahi sekitar tiga indukan betina. Kami bisa panen dalam satu kali siklus sekitar 4 minggu setelah pemijahan,” katanya.

Noviansyah menjelaskan, dalam satu kali siklus selama satu bulan dapat diproduksi bibit ikan patin 4 juta ekor. "Harga satu ekor bibit ikan patin ukuran 3 inci di kisaran Rp375 rupiah. Sehingga pendapatan kita bisa 300 hingga 350 juta per bulan," jelasnya.

Permintaan bibit ikan patin sendiri ujar dia, sekarang sedang melonjak. Biasanya mereka mengirim sampai ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. "Kebanyakan Banjarmasin dan Palangkaraya," ujarnya.

Meski pandemi Covid-19, dia menyebut permintaan bibit ikan tidak berpengaruh. Hanya saja, para petani harus rela rugi apabila datang musibah banjir. "Sebab banyak ikan yang larut tersapu air," sebutnya.

Namun, saat ini khusus pembudidaya ikan yang kurang mampu di Kecamatan Karang Intan mereka bantu dengan modal pinjam bibit dan pakan ikan. "Setelah panen baru dibayar," pungkas Noviansyah. (ris/by/ran)