RANTAU – Sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Tapin, akhirnya bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), Rabu (1/12).

Semua sekolah, baik tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah belajar di kelas.

Kepala Dinas Pendidikan Tapin, Irnawati menjelaskan, untuk pembelajaran tatap muka tidak semua siswa diturunkan, tapi hanya 50 persen saja dari jumlah siswa. Mereka akan belajar dari pukul 08.00 Wita hingga 10.00 Wita.

“Untuk yang 50 persen selanjutnya di hari berikutnya. Jadi, dalam sepekan mereka tiga kali turun ke sekolah,” ucapnya.

Memang yang hadir dalam pembelajaran tatap muka ini, yakni guru dan siswa yang sudah diberi vaksin. Mulai tingkat paud hanya guru saja, tingkat SD guru dan murid yang sudah berumur 12 tahun dan tingkat SMP guru dan murid.

“Ini sudah ketentuan, kalau ada siswa dan guru yang belum di vaksin, bisa kembali belajar di rumah,” ucapnya.
Lalu di sekolah pun harus membentuk tim Satuan Tugas Covid-19, guna melakukan pengawasan tentang penerapan protokol kesehatan. Yang mana tugas mereka untuk memastikan, apakah protokol kesehatan siswa dan guru berjalan.

“Kalau selama pelaksanaan PTM ada murid dan guru terpapar, maka akan diliburkan selama 14 hari,” katanya.
Sebelumnya Bupati Tapin, sudah memperbolehkan bahwa sekolah-sekolah di Tapin bisa belajar secara langsung di kelas, dengan syarat harus melaksanakan vaksinasi.

“Ini tujuannya untuk kita bersama dan sebagai antisipasi. Agar para siswa tidak terpapar Covid-19,” jelasnya.

Adapun ditambahkan Sekretaris Dinas Pendidikan Tapin, Sufian Suri bahwa untuk program vaksinasi guru dan murid masih berlangsung. Rinciannya untuk jenjang PAUD ada 210 sekolah, total guru yang harus di vaksin ada 701 orang.

“Progresnya sudah 77 persen atau 541 orang sudah di vaksin. Sisanya masih 160 orang,” katanya.

Sementara tingkat SD, total ada 178 sekolah, total guru ada 1962 orang. Presentasi yang sudah di vaksin mencapai 87 persen atau total 1705 orang yang sudah vaksin. Sisanya 257 guru lagi yang belum vaksin.

“Terakhir tingkat SMP, total guru ada 444 orang dan murid 3755 orang. Presentasi guru yang sudah di vaksin 94 persen atau 418 sudah di vaksin, sisa 26 guru yang belum. Sedangkan untuk pelajar, presentasi sudah 69 persen atau 2608 yang sudah di vaksin dan sisanya 1147 pelajar yang belum vaksin,” jelasnya. (dly)