RANTAU – Panggung kecil berbentuk segi empat berdiri dekat pintu masuk kantor Sekretariat Daerah (Setda) Tapin. Di panggung itu aka nada pertunjukan musik panting yang rutin menghibur setiap aparatur sipil negara (ASN) dan tamu yang datang ke kantor Setda. Hal ini guna melestarikan kesenian, terutama musik panting.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tapin, Masyraniansyah menuturkan, bahwa dari Senin (29/11) sudah dimulai pertunjukannya. Diberi waktu satu jam, mulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 09.00 Wita.

“Mereka pun akan rutin tampil, tiga kali dalam satu pekan. Dari Senin, Selasa dan Rabu,” ucap Sekda, Selasa (30/11).

Diberitahukan pria yang dikenal dengan sebutan haji onieng ini, alasan dirinya melakukan terobosan tersebut untuk memperkenalkan lebih luas kesenian tersebut. Menurutnya kesenian daerah sangat penting untuk dikembangkan.

“Karena kesenian merupakan identitas daerah dan juga sebagai daya tarik di sektor pariwisata, yang nantinya bisa berdampak ke ekonomi,” ucapnya.

Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tapin, Ni’mah Azizah, memang live musik panting sebagai salah satu cara untuk melestarikan kesenian tradisional.

“Memang rencananya berkelanjutan. Pemusiknya sementara dari sanggar Sirang Bastari, tapi bisa dari komunitas budaya atau yang lain juga,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk pemain musik panting yang tampil, akan diberi honor dan ini juga sebagai bentuk pembinaan kepada pelaku seni yang ada di Tapin.

“Sementara ini memang baru di Tapin yang memulai. Kita banyak apresiasi dan tanggapan yang bagus usai memulai terobosan ini,” tuturnya.

Sementara Humas Gerakan Lestari Seni (Gelas) Budaya Tapin, Fauzi menyambut baik apa yang dilakukan pemerintah daerah untuk melestarikan kesenian. Karena terobosan ini sebagai perhatian khusus dan keseriusan pemerintah. “Apabila diminta untuk tampil, kami siap,” katanya. (dly)