BANJARMASIN - Setiap 1 Desember, diperingati Hari AIDS Sedunia. Kadonya berupa kabar buruk. Jumlah penderita HIV/AIDS di Banjarmasin meningkat.

Dinas Kesehatan Banjarmasin mencatat, dari tahun 2012 sampai 2021, ada 9.407 kasus HIV/AIDS di kota ini.
Kadinkes, Machli Riyadi menyebut ini memprihatinkan. Mengingat angka itu yang tertinggi di Provinsi Kalsel.

Per November 2021 saja tercatat 91 kasus baru. Lebih miris lagi, 95 persen menyerang usia produktif, antara 20 sampai 40 tahun.

"Generasi muda Banjarmasin harus diselamatkan. Kuncinya, peka dan peduli terhadap lingkungan," pesannya.
Mereka yang terserang virus ini, sistem kekebalan tubuhnya hancur perlahan. Menyebabkannya rentan terhadap penyakit menular biasa. "Flu biasa saja menjadi ancaman," ujarnya.

Pemerintah pusat sendiri telah menetapkan target 2030 untuk menyetop ancaman HIV/AIDS.

Untuk mencapai target itu, saat ini Dinkes melacak kelompok minoritas seperti homoseksual.

"Karena selain jarum suntik dan hubungan seksual dengan PSK, kebanyakan penularannya juga ditemukan pada aktivitas seks kaum penyuka sesama jenis," bebernya.

"Di samping edukasi tentang bahaya perilaku seks menyimpang, kelompok ini juga kami gandeng untuk deteksi dini agar bisa segera ditangani," tutupnya. (war/at/fud)