AMUNTAI - Banjir tidak hanya merendam akses jalan dan rumah warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), fasilitas pelayanan publik seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pambalah Batung (PB) Amuntai, juga tak luput dari banjir.

Sejak Selasa 30 November hinnga Kamis 2 Desember 2021, akses jalan menuju rumah sakit dan ruang pelayanan terendam. Namun demikian tidak mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit terbesar di Kota Amuntai, tersebut.

Jalan yang terendam menuju rumah sakit, yakni Jalan Kuripan, Jalan Basuki Rahmat, belakang dan samping yang berbatasan langsung dengan Polres HSU dan Kantor PDAM HSU.

Satu unit perahu karet milik BPBD HSU, disiagakan di depan Jalan RSUD Pambalah Batung, termasuk karung pasir untuk membendung banjir.

"Repot juga pak, kalau banjir seperti ini. Terlebih bagi pasien yang sulit berjalan," kata salah satu pengunjung rumah sakit, pada wartawan koran ini Kamis (2/12).

Harapan keluarga pasien tersebut, air cepat surut, sebab sudah tiga hari ini tidak ada tanda air mengalami penurunan. "Sangat repot. Sebab parkir kendaraan menjauh dari halaman rumah sakit dan harus menerobos banjir," keluhnya.

Sementara itu, Direktur RSUD PB Amuntai, dr Moch Yandi Friyandi mengatakan, banjir seperti ini, sudah menjadi tradisi tahunan. "Yang sudah terendam yakni ruang pelayanan paruh. Yang lainnya masih aman. Namun nyaris terendam. Sebab rumah sakit kami sudah dikepung banjir," ungkap dr Yandi.

Maka itu lanjutnya, RSUD PB Amuntai, dalam meningkatkan pelayanan, telah dilaksanakan groundbreaking untuk pembangunan gedung RSUD PB Amuntai baru di Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah.

"Jaraknya kurang lebih delapan kilometer dari rumah sakit saat ini. Faktor banjir merupakan salah satu alasan pemindahan rumah sakit ini, ke lokasi yang baru," sampainya. (mar)