BANJARMASIN - Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin menggagalkan penyelundupan tiga jenis hewan dari Surabaya, kemarin (2/12).

Meliputi 10 ekor burung merpati, 100 ekor ikan hias dan lima ekor kucing Persia dari sebuah truk ekspedisi yang turun dari Kapal Timur Mila Utama di dermaga Pelabuhan Trisakti Bandarmasih.

Tidak tergolong hewan yang dilindungi, tapi harus diamankan karena tak memiliki dokumen dari asal daerahnya.

Operasi gabungan ini melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL), serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin, drh Nur Hartanto mengungkap, tindakan selanjutnya adalah karantina.

Pemilik bisa saja kembali mendapatkan hewannya kembali. Asalkan mengurus dokumen sesuai prosedur.

"Kami kasih tempo tiga hari. Apabila tak bisa melengkapi dokumennya, maka tindakan pertama adalah penolakan dan barang dikembalikan ke daerah asalnya," terang Nur yang didampingi Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Lulus Riyanto.

"Kedua, bisa mengarah pada penyidikan jika ada bukti hewan-hewan itu diselundupkan secara ilegal," tegasnya.
Petugas mendapati salah seorang pemilik hewan dalam angkutan yang dicegat. Namanya Kevin Rizky Pranata (22).

"Merpati ini dari Madura. Diambil untuk mengikuti lomba di Gambut (Kabupaten Banjar)," jelas Kevin, warga Jalan Ambulung, Banjarbaru.

Dia mengaku mengeluarkan ongkos Rp300 ribu untuk membayar si sopir.

"Saya tak tahu prosuder untuk membawa hewan dari luar daerah. Baru kali ini. Tapi kalau menumpang truk ekspedisi sudah beberapa kali," akunya.

Malangnya, Kevin langsung ditinggalkan sang sopir. "Katanya tak tahu urusan. Tapi kalau perlu dokumen, maka akan segera saya urus," tuntasnya. (lan/fud)