BANJARBARU - Karena pasiennya banyak yang meninggal dunia karena terinfeksi virus corona, sejak Agustus 2021 Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera kembali menerima lansia baru untuk mereka rawat.

Menariknya, baru dibuka empat bulan sudah 20 lebih lansia dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel yang mereka terima. Jumlah tersebut kemungkinan bertambah lagi, karena panti jompo milik Dinas Sosial Kalsel ini masih membuka penerimaan.

"Masih ada beberapa lansia yang menunggu untuk masuk, sementara kami akan menyesuaikan berapa lagi yang bisa kami terima," kata Kepala PSTW Budi Sejahtera Kalsel, Surya Fujianorrochim, kemarin.

Dia mengungkapkan, PSTW Budi Sejahtera Kalsel punya dua gedung yang bisa menampung 180 lansia. Yakni di Banjarbaru dan Martapura. "Sedangkan sekarang sudah terisi 175 lansia," ungkapnya.

Apabila kuota terpenuhi, Surya menyebut, pihaknya tidak dapat lagi menerima lansia baru. Kecuali lansia yang mereka rawat kembali berkurang lantaran meninggal dunia. "Sejak tahun-tahun lalu memang ada banyak yang ingin masuk, tapi harus menunggu ada yang meninggal dulu," sebutnya.

Lanjutnya, untuk bisa masuk ke PSTW Budi Sejahtera ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh lansia. Salah satunya, berusia minimal 60 tahun dan benar-benar telantar.

"Telantar tidak harus gelandangan. Bisa juga di rumah telantar karena tidak dapat perhatian gara-gara anak atau keluarganya sibuk bekerja," papar Surya.

Dia menyampaikan, penyeleksian lansia dilakukan oleh kabupaten/kota. Setelah itu, panti mendapatkan laporan terkait lansia yang diusulkan masuk. "Daerah menyampaikan data dan video lansia yang diusulkan masuk, lalu kami rapatkan apakah diterima atau tidak," ucapnya.

Sementara itu, banyaknya lansia yang masuk ke panti jompo menurut Psikolog Klinis FK ULM, Sukma Noor Akbar ada beberapa hal yang mempengaruhinya. Salah satunya kata dia, karena kemauan dari lansia itu sendiri.

"Sebab, di panti semuanya terpenuhi. Seperti makanan yang teratur, tersedianya cek kesehatan, teman seusia, pengasuh dan kelengkapan lainnya sehingga mereka bisa fokus dengan ibadah," ujarnya.

Di samping itu, menurutnya ada juga akibat dari pandemi Covid-19. Banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan berkurang membuat anak atau keluarga menitipkan lansia di pantai jompo. "Kemudian, faktor kesibukan dalam bekerja dan tidak ada yang merawat lansia juga bisa menjadi alasan dititipkannya lansia di panti," ujarnya.

Padahal kata Sukma, dukungan keluarga adalah hal yang penting bagi lansia. Sehingga rumah merupakan tempat yang paling nyaman bagi mereka. "Apalagi budaya kita, anak merupakan suatu investasi bagi orangtua sehingga di masa usia lanjut anak ada yang merawat lansia. Apalagi bagi lansia suatu kebahagian jika aktivitas sehari-hari bersama keluarga," katanya.

Oleh karena itu, dia menuturkan, hal yang perlu diutamakan ialah kenyaman bagi lansia dalam menjalankan kehidupannya. Komunikasi anak atau keluarga dan lansia sangat penting, sehingga masing-masing pihak bisa lebih baik dalam pengambilan keputusan. (ris/by/ran)